MENITNEWS.COM, MAKASSAR — Puncak perayaan Cap Go Meh tahun ini, jatuh pada Rabu, 12 Februari 2025. Berbeda dengan sebelumnya, tahun ini akan digelar lebih meriah dan lebih spektakuler di Jalan Sulawesi Kota Makassar.
Banyak hal berbeda kali ini, dibandingkan perayaan sejenis di tahun sebelumnya. Tahun ini perayaan Cap Go Meh bertajuk “Zou Zou Festival 2025” yang diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI) Sulsel, berkolaborasi dengan Pemkot Makassar dan didukung oleh DPD KCBI Sulsel, INTI, 12 Yayasan Vihara, Cetiya dan, Kelenteng serta Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia.
Sebanyak 175 stand kuliner dengan menu bervariasi dan halal 100 persen, akan memenuhi sepanjang 875 meter di Jalan Sulawesi, mulai pukul 16.00 – 22.00 Wita. Berbeda tahun sebelumnya, DPD Walubi Sulsel selaku pelaksana kegiatan, mematok harga stand lebih murah.
Hanya Rp500 ribu per stand. Jauh lebih murah dari tahun lalu, dmana setiap stand dikenakan biaya Rp1,5 juta. Ketua DPD Walubi Sulsel, Henry Sumitomo menjelaskan, pihaknya bukan mengejar keuntungan. Tetapi semata untuk menghidupkan sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Makassar.
“Tidak memungut biaya yang besar kayak sebelum-sebelumnya. Kami hanya patok biaya stand Rp500 ribu. Kami sengaja turunkan harga, karena tujuan kami bagaimana ekonomi di kota ini berputar,” jelas Henry, saat konferensi pers di Hotel Premier Karebosi, Kamis (6/2/2025).
Istilah Cap Go Meh secara harfiah berarti hari kelima belas pada bulan pertama. Secara bahasa, Cap berarti sepuluh, Go berarti Lima, Meh malam, dan secara kultural, Cap Go Meh dirayakan dengan menggelar berbagai atraksi keramaian. Seperti parade barongsai dan
kesenian tradisional Tionghoa lainnya.
Zou-Zou Festival 2025 menurut Ketua DPD Walubi Sulsel, Henry Sumitomo, akan diwarnaí pertunjukan kesenian Tiongkok yang apik dan menarik. Juga dimeriahkan pertunjukan seni tradisional Sulsel, serta empat panggung hiburan yang disebar di beberapa titik di Jalan Sulawesi.
“Cap Go Meh tahun ini, kita membuat sesuatu yang berbeda. Ada juga display otomotif. Serta Alat Berat/Heavy Equipment, motor, dan mobil. Acara dimulai pada sore hari hingga malam. Perayaan ini diharapkan dapat memberi kontribusi yang positif pada Kota Makassar,” ujar Henry Sumitomo.
Ketua Panitia, Roy Ruslim, mengatakan Zou Zou Festival tidak hanya menghadirkan pertunjukan seni Tiongkok. Tetapi juga menghadirkan bazar kuliner, guna mendukung program pemerintah Kota Makassar sebagai Kota Makan Enak.
“Selain mendukung program pemerintah, kami juga mengharapkan acara ini sukses dan lancar. Serta tentunya memberikan sumbangsih positif terhadap perekonomian UMKM yang turut
andil sebagai peserta,” papar Roy.
Melalui kehadiran UMKM, lanjut Roy, DPD WALUBI mengharapkan perputaran ekonomi dalam semalam itu bisa mencapai miliaran rupiah. Sehingga di tengah kondisi saat ini, harapan terbesar juga dari Walubi, Zou Zou Festival dapat meningkatkan perekonomian masyarakat Kota Makassar.
Lebih lanjut, kata Roy, keistimewaan acara Cap Go Meh tahun ini, karena menghadirkan beragam hadiah hiburan. Tidak hanya untuk pengunjung acara, tapi juga peserta UMKM yang ada. Sponsor juga akan menyiapkan hadiah-hadiah, saat kegiatan berlangsung.
“Ada sponsor Honda Motor, Mayora Group, dan BNI Makassar yang sudah menyiapkan berbagai hadiah. Tentunya ini diperuntukkan bagi masyarakat yang datang saat acara berlangsung,” tambah Henry Sumitomo.
Roy Ruslim selaku Ketua Panitia, mengajak seluruh lapisan masyarakat Kota Makassar, untuk hadir dan memeriahkan puncak perayaan Cap Go Meh 2025. Sebab, kata dia, kegiatan dilaksanakan semata menghibur masyarakat dalam rangka Tahun Baru Imlek 2025. (del)
Comment