BPBD Makassar Berinovasi! Enam Langkah Brilian Wujudkan Kota Tangguh Bencana

ads
ads

MENITNEWS.COM, MAKASSAR — Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar kembali menunjukkan taringnya sebagai Kota Inovatif. Kali ini, semangat perubahan datang dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar, yang meluncurkan enam inovasi kebencanaan terbaru.

Peluncuran yang digelar di Hotel Vasaka Makassar pada Kamis (31/7/2025) ini, menandai babak baru bagi Makassar menuju kota yang lebih tangguh, peduli, dan siap menghadapi tantangan.

Plt. Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Dr. H. M. Fadli Tahar, S.E., MM, menegaskan pentingnya perubahan pola pikir dalam penanggulangan bencana. “Kami ingin Makassar menjadi kota yang benar-benar siap menghadapi bencana, namun dengan pendekatan yang lebih manusiawi, inklusif, dan bermakna,” tuturnya dengan penuh semangat.

Ini bukan sekadar respons teknis, melainkan gerakan yang berakar pada kearifan lokal dan kolaborasi komunitas.

Inovasi yang Menyentuh Hati: Solusi Nyata untuk Masyarakat

Keenam inovasi ini bukan lahir di ruang hampa. Mereka adalah buah dari diskusi mendalam, pengamatan lapangan, dan masukan berharga dari berbagai pihak. Tujuannya satu: memenuhi kebutuhan riil masyarakat saat bencana melanda.

Adapun keenam inovasi tersebut adalah:

 * SALAMA (Edukasi Anak): Metode edukasi kesiapsiagaan bencana berbasis cerita dan hypnoshield untuk anak-anak. Melalui dongeng, SALAMA membantu anak memahami situasi darurat dengan cara yang aman dan nyaman, mengurangi rasa takut, dan meningkatkan kesadaran.

 * MACCA (Manajemen Risiko Komunitas): Sistem manajemen risiko bencana berbasis data lokal dan kecerdasan komunitas. Nama “Macca” yang berarti cerdas dalam Bahasa Bugis, merefleksikan warga Makassar yang tanggap dan bijak dalam menghadapi ancaman.

 * SILOKA (Logistik Cepat Tanggap): Sistem logistik kebencanaan berbasis komunitas yang menjamin kecepatan dan ketepatan distribusi bantuan. Dengan SILOKA, bantuan akan tiba lebih cepat di tangan yang membutuhkan.

 * BALLA SALAMA (Pusat Tanggap Darurat 24 Jam): Transformasi posko BPBD di tiga kecamatan menjadi pusat tanggap darurat 24 jam. Dilengkapi sistem digital dan pelayanan langsung, Balla Salama siap melayani masyarakat kapan pun dibutuhkan.

 * AGANGTA (Pemulihan Psikososial): Layanan pemulihan psikososial dengan pendekatan seni, cerita, dan hypno resilien, dirancang khusus untuk anak-anak dan kelompok rentan pasca-bencana. Agangta hadir untuk memulihkan trauma dan membangun kembali semangat.

 * PAKABAJI (Gotong Royong Pasca-Bencana): Program pemulihan pascabencana berbasis gotong royong. Pakabaji mendorong warga untuk bangkit bersama, saling membantu, dan membangun kembali kehidupan dengan semangat solidaritas.

Dari Ide Menjadi Gerakan Nyata: Kolaborasi untuk Ketangguhan

Peluncuran ini bukan sekadar seremoni. Dihadiri oleh Tokoh Masyarakat dari 15 Kecamatan, Komunitas Pendongeng, dan Mitra Kebencanaan, acara ini menjadi bukti bahwa inovasi ini adalah gerakan bersama.

Uji coba akan segera dilakukan di tujuh Kecamatan rawan bencana, di antaranya Kecamatan Manggala, Tamalanrea, dan Biringkanaya, memastikan bahwa setiap inovasi benar-benar efektif di lapangan.

“Inovasi ini tidak diciptakan di ruang tertutup. Semuanya lahir dari masalah nyata yang kami hadapi bersama warga,” tegas Fadli, menekankan pendekatan partisipatif dalam pengembangan program ini.

Masa Depan Lebih Aman dan Penuh Harapan untuk Makassar

Dengan enam inovasi ini, Makassar melangkah lebih jauh dari sekadar tanggap darurat. Kota ini sedang membangun sistem yang lebih kuat, lebih peduli, dan lebih berdaya.

Makassar tidak menunggu bencana datang untuk bergerak; kota ini memilih untuk bersiap, belajar, dan berbenah. Semua ini dilakukan dengan semangat kebersamaan, demi masa depan yang lebih aman dan penuh harapan bagi seluruh warganya. (*)

Comment