Kemendukbangga/BKKBN Sulsel Tingkatkan Kualitas Pengasuhan dan Sosialisasi TAMASYA di Selayar

ads
ads

MENITNEWS.COM, SELAYAR — Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), kembali menunjukkan komitmennya dalam peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan percepatan penurunan stunting.

​Pada 21 Oktober 2025 lalu, Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Sulsel, telah sukses melaksanakan kegiatan Fasilitasi dan Pembinaan Teknis di Bidang Pengasuhan Usia Dini di Kabupaten Kepulauan Selayar.

​Kegiatan strategis ini menyasar langsung kepada para Pengelola Program Bina Keluarga Balita (BKB) Tingkat Kabupaten/Kota dan Desa/Kelurahan di Selayar. Fokus utamanya adalah membekali para pengelola dengan pengetahuan dan keterampilan terbaru dalam mengasuh anak usia dini secara optimal.

​Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Sulsel, Shodiqin, S.H., M.M, menekankan bahwa pengasuhan di 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) adalah kunci utama dalam mencetak generasi emas bebas stunting.

​Tujuan spesifik dari kegiatan pembinaan teknis ini meliputi:

​Peningkatan Pengetahuan dan Perilaku Pengasuhan: Memastikan para pengelola BKB memiliki kompetensi terbaik dalam memberikan edukasi kepada keluarga.

​Pemantauan Tumbuh Kembang Anak: Melakukan monitoring tumbuh kembang anak secara efektif di Tempat Penitipan Anak (TPA) dan kelompok BKB.

​Peningkatan Pencatatan dan Pelaporan: Mengoptimalkan data 1000 HPK dan program Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA).

​Sosialisasi SEB Enam Kementerian/Lembaga tentang TAMASYA: Memperkenalkan dan mendorong implementasi Surat Edaran Bersama (SEB) enam kementerian/lembaga yang mendukung pembentukan dan penyelenggaraan Tempat Penitipan Anak (TPA) yang terstandar, dikenal dengan nama TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak). Program ini bertujuan menciptakan ekosistem pengasuhan yang aman dan berkualitas, sekaligus mendukung perempuan bekerja.

​”Kami berharap melalui fasilitasi teknis ini, para pengelola program BKB di Selayar dapat menjadi ujung tombak perubahan di Tingkat Desa. Pengetahuan yang mereka peroleh akan langsung diimplementasikan di tengah masyarakat, memastikan setiap anak usia dini mendapatkan hak pengasuhan yang layak,” jelas Shodiqin.

​Inisiatif Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan Sulsel di Selayar ini, merupakan bagian integral dari upaya percepatan penurunan angka stunting di wilayah tersebut. Kabupaten Kepulauan Selayar sendiri telah menunjukkan hasil yang menggembirakan dalam capaian Program Bangga Kencana dan penurunan angka stunting.

​Melalui sinergi antara Kemendukbangga/BKKBN, Pemerintah Daerah, dan para pengelola program di lapangan, diharapkan kualitas keluarga di Selayar akan semakin meningkat, menciptakan anak-anak yang sehat, cerdas, dan siap menjadi SDM unggul di masa depan. (del)

Comment