Satgas Drainase Dikerahkan, Normalisasi Saluran Kritis Jadi Kunci Antisipasi Banjir 

ads
ads

MENITNEWS.COM, MAKASSAR — Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU), menunjukkan kesiapan maksimal dalam menghadapi puncak musim hujan.

Langkah antisipatif dilakukan secara cepat, dengan mengerahkan ratusan personel khusus yang tergabung dalam 321 Satgas Drainase di wilayah rawan genangan.

​Tim gabungan ini telah disiagakan dan beroperasi di tiga wilayah utama kota: Utara, Selatan, dan Timur Makassar, dengan fokus utama penanganan genangan di Wilayah Kecamatan Tamalanrea, Panakkukang, dan Manggala. Operasi ini dikendalikan langsung dari Posko Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Makassar sebagai pusat koordinasi.

​Untuk memastikan aliran air lancar sebelum curah hujan ekstrem tiba, Satgas Drainase memprioritaskan kegiatan pengerukan kanal dan normalisasi saluran air. Tujuannya adalah mengembalikan fungsi saluran air secara optimal dan menghilangkan sedimentasi serta sampah yang menghambat.

​Beberapa titik rawan yang menjadi sasaran utama pengerukan dan normalisasi meliputi:

​Kanal Jongaya, Rappocini, hingga Banta-Bantaeng.

​Normalisasi saluran di belakang Mal Panakkukang dan Mira Seruni.

​Fokus tambahan di Kodam III Biringkanaya dan Blok 8–10 Antang.

​Enam Lokasi Prioritas Penanganan Tuntas Pemkot

​Selain fokus pada kanal-kanal utama, Pemkot Makassar juga mengidentifikasi dan melakukan penanganan tuntas di enam lokasi yang selama ini kerap menjadi titik langganan banjir:

​Blok 8–10 Perumnas Antang (Manggala)

​Kodam III (Biringkanaya)

​Jl. Pettarani depan UNM (Rappocini)

​Jl. Yusuf Dg. Ngawing–Raya Pendidikan (Rappocini)

​Jl. Faisal–Jl. Bontomene (Rappocini)

​Jl. Sulawesi–Jl. Nusantara (Wajo).

​Kolaborasi Satgas dan Partisipasi Warga Jadi Kunci

​Kepala Dinas PU Kota Makassar, Zuhaelsi Zubir, menegaskan bahwa kesiapsiagaan Pemerintah dan Satgas di lapangan hanyalah separuh dari upaya pencegahan banjir. Partisipasi aktif warga menjadi kunci keberhasilan pengendalian banjir di kota ini.

​Pemerintah Kota secara masif mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan.

“Mari ki jaga kebersihan lingkungan ta, jangan ki buang sampah sembarangan di saluran air atau kanal,” harap Zuhaelsi, Sabtu (1/11/2025).

Sampah yang dibuang sembarangan adalah penyebab utama penyumbatan saluran drainase dan genangan air.

​Jika warga memiliki keluhan atau menemukan titik genangan saat musim hujan, Pemkot Makassar telah menyediakan kanal pengaduan resmi. Sampaikan Keluhan Anda melalui Aplikasi LONTARA+!

​Upaya kolaboratif antara Satgas Drainase dan masyarakat, diharapkan dapat mewujudkan Kota Makassar yang bebas dari genangan dan mampu bergerak cepat menghadapi tantangan banjir di musim hujan. (*)

Comment