MAKASSAR, MENITNEWS.COM– Fenomena Supermoon Emas yang baru saja terjadi pada 5 November 2025 mungkin terlewat oleh Anda. Jangan khawatir, karena masih ada satu Supermoon terakhir yang akan menjadi penutup rangkaian purnama terbesar di akhir tahun ini.
Jadwal dan Nama Supermoon Terakhir
Menurut Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA), Supermoon penutup tahun ini dikenal sebagai Full Cold Moon (Purnama Musim Dingin, di belahan bumi utara).
- Puncak Fenomena (UTC): Kamis, 4 Desember 2025, pukul 23.14 UTC.
- Waktu Indonesia (WIB): Jumat, 5 Desember 2025, pukul 06.14 WIB.
Full Cold Moon ini akan menjadi akhir dari siklus Supermoon 2025, setelah dua kejadian sebelumnya pada Oktober dan November.
Apa Itu Supermoon?
Istilah Supermoon merujuk pada kondisi ketika Bulan Purnama bertepatan dengan posisi perigee, yaitu jarak terdekat Bulan dengan Bumi dalam orbit elipsnya.
Dampak Supermoon:
- Bulan tampak sekitar 7 persen lebih besar
- Bulan tampak 15 persen lebih terang dibandingkan Purnama biasa.
Asal Istilah:
Istilah “Supermoon” pertama kali dicetuskan oleh astrolog Richard Nolle pada tahun 1979. Kini, istilah ini umum digunakan dalam astronomi populer untuk menggambarkan Purnama yang tampak lebih besar dan lebih terang.
Waktu dan Lokasi Terbaik untuk Menyaksikan
Kapan Waktu Terbaik? Waktu terbaik untuk mengamati Supermoon adalah saat Bulan baru terbit atau menjelang terbenam, ketika posisinya masih rendah di cakrawala.
Pada waktu ini, Bulan akan tampak berwarna kekuningan dan lebih besar berkat efek optik yang disebabkan oleh atmosfer Bumi.
Di Mana Lokasi Terbaik? Untuk pengamatan maksimal, carilah lokasi dengan kriteria berikut:
- Cakrawala terbuka
- Minim polusi cahaya (misalnya pantai, dataran tinggi, atau area perdesaan).
Momen Full Cold Moon ini adalah kesempatan terakhir di tahun 2025 untuk menikmati keindahan fenomena Purnama raksasa ini. (*)
Comment