MENITNEWS.COM, MAKASSAR — Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Makassar, menyelenggarakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Fitur Layanan Pariwisata pada aplikasi Makassar Super Apps Lontara+ pada Rabu, 12 November 2025, bertempat di Makassar Government Centre (MGC).
Kegiatan ini merupakan upaya strategis Dispar Makassar, untuk memperkuat layanan pariwisata digital di Kota Makassar melalui penyempurnaan fitur-fitur yang terdapat dalam aplikasi Lontara+.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar, Ahmad Hendra Hakamuddin, menekankan pentingnya kolaborasi antara seluruh pemangku kepentingan dalam pengembangan aplikasi ini.
Ia menyampaikan bahwa kolaborasi antara pengelola wisata, event organizer, dan masyarakat sangat krusial untuk bersama-sama mendukung pengembangan dan pemanfaatan Lontara+.
”Kepentingan berikutnya hal yang tidak kalah pentingnya adalah bagaimana masyarakat bisa tertarik untuk nanti memanfaatkan Lontara Plus ini,” ujarnya.
Peserta yang hadir dalam FGD ini merupakan perwakilan dari berbagai elemen penting ekosistem pariwisata, antara lain:
Pengelola Destinasi Wisata seperti Pantai Bosowa, Bugis Waterpark, Eastern, Museum Kota Makassar, dan Monumen Mandala.
Penyelenggara Event.
Lembaga Mitra, seperti Bank Sulselbar.
Potensi Besar Lontara+ untuk Pariwisata Makassar
Dalam salah satu sesi diskusi, narasumber dari tim pelaksana Lontara+ menyampaikan data yang menunjukkan potensi besar aplikasi ini. Disebutkan bahwa sejauh ini, aplikasi Lontara+ telah mencatat 40.714 pengguna terdaftar.
Jumlah ini dinilai menunjukkan potensi yang sangat besar, dalam mendukung ekosistem karya dan usaha pelaku pariwisata di Kota Makassar.
Selama FGD, peserta dibagi ke dalam beberapa meja diskusi untuk mendapatkan penjelasan lebih rinci mengenai Lontara+, menyampaikan harapan, serta memberikan ide dan masukan konkret demi penyempurnaan dan pengembangan fitur-fitur Lontara+ di masa mendatang. (*)
Comment