DLH Makassar Dorong Dana Kelurahan Percepatan Program Prioritas MULIA

ads
ads

MENITNEWS.COM, MAKASSAR — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar, baru-baru ini menyelenggarakan kegiatan penting bertajuk “Kebijakan Pembangunan Perkotaan II: Pemanfaatan Alokasi Dana Kelurahan pada Penerapan Persampahan dan Urban Farming Sebagai Akselerasi Pencapaian Program Prioritas MULIA” (Makassar Unggul, Inklusif, Aman, dan Berkelanjutan).

Acara yang berlangsung di Arthama Hotel ini, menekankan sinergi antara Pemerintah Kota dan Tingkat Kelurahan dalam mewujudkan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan produktif.

Fokus Utama: Sampah dan Pertanian Perkotaan

​Kepala DLH Kota Makassar, Dr. Helmy Budiman, S.STP., M.M, hadir sebagai narasumber utama. Dalam paparannya, ia menyoroti pentingnya alokasi Dana Kelurahan untuk program lingkungan. Pemanfaatan dana tersebut difokuskan pada dua sektor kunci:

​Penerapan Pengelolaan Persampahan: Mendorong pengelolaan sampah yang efektif dan berkelanjutan, mulai dari pemilahan di sumber hingga aktivasi kembali bank sampah.

​Pengembangan Urban Farming (Pertanian Perkotaan): Sebagai upaya ketahanan pangan, peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan menciptakan kawasan hijau produktif.

​Menurut Dr. Helmy Budiman, melalui pengelolaan sampah yang efektif dan urban farming, diharapkan dapat tercipta lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan produktif, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di tingkat kelurahan.

“Program ini merupakan bagian integral dari visi MULIA yang mengedepankan pengelolaan sumber daya yang ramah lingkungan dan pemberdayaan masyarakat secara inklusif,” papar Helmy.

​Kolaborasi RT/RW Jadi Kunci Sukses

​Dalam materinya, Dr. Helmy Budiman juga secara tegas menekankan, perlunya kolaborasi dari seluruh elemen, terutama Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW).

​”Tidak mungkin kerja sendiri. Itulah RT/RW gunanya difungsikan. Silakan dimanfaatkan dengan baik, karena memang ini mereka dibayar menggunakan Dana APBD kita. Bapak dan Ibu sekalian harus berkolaborasi juga dengan orang-orang atau dengan perangkat yang ada di bawah Bapak Ibu sekalian, karena kalau kita bekerja sendiri tidak mungkinlah,” tegas Dr. Helmy.

​Pernyataan ini menegaskan bahwa keberhasilan program lingkungan, termasuk upaya mencapai target #MakassarBebasSampah2029 dan #MakassarZeroWaste, sangat bergantung pada peran aktif dan sinergi antara RT/RW, Kelurahan, dan seluruh perangkat yang ada di lapangan.

​DLH Makassar berharap melalui sosialisasi ini, para lurah dan perangkat kelurahan dapat mengalokasikan Dana Kelurahan secara tepat sasaran untuk pengadaan sarana dan prasarana lingkungan, seperti tempat sampah pilah, biopori, dan komposter, yang secara langsung mendukung program prioritas kota. (*)

Comment