Kesepian Masa Kecil: Risiko Tersembunyi Pemicu Demensia di Usia Dewasa

Foto Ilustrasi

ads
ads

JAKARTA, MENITNEWS.COM – Pengalaman rasa kesepian yang dialami pada masa kanak-kanak ternyata dapat meninggalkan dampak jangka panjang yang signifikan pada kesehatan otak, bahkan meningkatkan risiko demensia hingga 41 persen di usia dewasa.

Temuan mengejutkan ini diungkapkan dalam sebuah studi terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal JAMA Network Open.


Kesepian Dini Mempercepat Penurunan Fungsi Kognitif

Penelitian ini menggunakan data dari China Health and Retirement Longitudinal Study (CHARLS). Hasil analisis menunjukkan pola yang jelas:

  • Individu yang melaporkan merasa kesepian sebelum usia 17 tahun mengalami penurunan fungsi kognitif yang jauh lebih cepat.

  • Penurunan kognitif yang cepat ini terlihat jelas ketika mereka memasuki usia paruh baya dan lanjut usia (sekitar 50–60 tahun ke atas).

Detail Penelitian

Tim peneliti, yang dipimpin oleh Jingi Wang, mendefinisikan “kesepian masa kecil” sebagai:

  • Perasaan terisolasi yang terjadi berulang.

  • Tidak memiliki teman dekat sebelum usia 17 tahun.

Data yang Dianalisis:

  • Peneliti menganalisis data dari 13.592 orang berusia 45 tahun ke atas.

  • Para peserta memiliki usia rata-rata 58 tahun saat penelitian dimulai dan mayoritas adalah perempuan.

Hasil Utama: Mereka yang melaporkan kesepian di masa kecil memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk:

  • Mengalami demensia.

  • Menunjukkan penurunan kognitif yang lebih cepat seiring bertambahnya usia.


Perbedaan Penurunan Kognitif dan Demensia

Penting untuk membedakan antara penurunan kognitif normal dan demensia:

  • Penurunan Kognitif Ringan: Ini adalah bagian normal dari proses penuaan, seperti melambatnya memori atau menurunnya kecepatan memproses informasi.

  • Demensia: Ini adalah kondisi yang jauh lebih parah, ditandai dengan penurunan tajam pada memori, bahasa, dan kemampuan berpikir. Demensia disebabkan oleh kerusakan sel otak, salah satunya karena penyakit Alzheimer.

Kesepian Masa Kecil sebagai Faktor Risiko Independen

Para peneliti juga menyelidiki peran kesepian di usia dewasa:

  • Kesepian di Usia Dewasa memang berkontribusi pada risiko, tetapi hanya menjelaskan sebagian kecil dari hubungan tersebut (sekitar 8,5% pada percepatan penurunan kognitif dan 17,2% pada peningkatan risiko demensia).

  • Kesepian Masa Kecil tetap menjadi faktor risiko mandiri (independen) terhadap penurunan kognitif dan demensia di usia lanjut.

“Temuan ini menunjukkan bahwa kesepian pada masa kanak-kanak dapat bertindak sebagai faktor risiko independen terhadap penurunan kognitif dan demensia di usia lanjut,” kata para peneliti, seperti dilansir dari Hindustan Times.


Keterbatasan dan Pencegahan

Keterbatasan Studi:

  • Studi ini memiliki keterbatasan karena catatan kesepian masa kecil tidak dikumpulkan saat peserta masih kecil, melainkan berdasarkan ingatan mereka (ingatan retrospektif) setelah berusia 45 tahun.

  • Peneliti mengakui adanya kemungkinan bias ingatan, namun menegaskan bahwa pola hubungan yang ditemukan cukup kuat untuk ditindaklanjuti.

Langkah Pencegahan: Meskipun belum ada obat untuk demensia, penelitian lain menunjukkan bahwa beberapa faktor dapat membantu memperlambat penurunan kognitif:

  • Aktivitas fisik.

  • Stimulasi mental.

  • Interaksi sosial yang kuat. (*)

Comment