MILAN, MENITNEWS.COM– AC Milan menegaskan dominasinya sebagai penguasa kota mode, Milan, usai menaklukkan rival sekotanya, Inter Milan, dengan skor tipis 1-0 di Stadion San Siro, Senin (24/11/2025) dini hari WIB. Gol tunggal dari Christian Pulisic dan penyelamatan krusial penalti oleh Mike Maignan menjadi kunci kemenangan vital bagi I Rossoneri.
Kemenangan ini melanjutkan catatan impresif Milan dalam Derby della Madonnina; mereka tidak pernah takluk dari Inter sejak September 2024. Superioritas Milan semakin terlihat jelas karena hasil di pekan ke-12 Liga Italia 2025-2026 ini merupakan kemenangan keempat mereka dalam enam duel derbi Milan terakhir.
Aksi Kunci: Gol Cepat Pulisic dan Penyelamatan Maignan
Tiga poin penting bagi skuad asuhan Massimiliano Allegri ini terkunci berkat performa gemilang dua pemain andalan di babak kedua:
-
Gol Tunggal Pulisic (Menit ke-54): Penyerang asal Amerika Serikat ini mencetak satu-satunya gol melalui skema serangan balik cepat (fast-break). Gol bermula dari kemampuan gelandang Milan, Youssouf Fofana, yang berhasil merebut bola dari kapten Inter, Hakan Calhanoglu, di zona tengah lapangan. Pulisic memanfaatkan situasi tersebut dengan sontekan akurat.
-
Magis Maignan (Menit ke-74): Kiper tim nasional Prancis ini menunjukkan ketangguhannya dengan menepis sepakan penalti Calhanoglu. Penyelamatan itu adalah satu dari total lima penyelamatan gemilang yang dicatatkan Maignan sepanjang laga.
Dampak Kemenangan: Milan Gusur Inter dan Dekati Puncak
Kemenangan ketujuh ini sangat berarti bagi I Rossoneri. Selain memperpanjang dominasi atas Inter, Milan juga berhasil menggusur ambisi rivalnya itu untuk kembali ke puncak klasemen. Sebaliknya, Milan justru melonjak dua posisi dan kini menempati peringkat kedua klasemen sementara.
Milan kini hanya tertinggal dua poin dari pemuncak klasemen, AS Roma. Perolehan poin Milan (25 poin) sebenarnya setara dengan juara bertahan Napoli. Namun, I Rossoneri berhak berada di posisi kedua berkat keunggulan selisih gol.
Filosofi Allegri: Pragmatis, Efektif, dan Mentalitas Kuat
Pelatih Massimiliano Allegri memuji mentalitas timnya. “Saya pikir poin yang kami kumpulkan karena kami pantas mendapatkannya. Kami menjalani persaingan yang seimbang,” ujar Allegri kepada DAZN seusai laga.
Allegri menyoroti kemampuan anak asuhnya untuk bermain lebih baik saat menghadapi tim-tim kuat, sebuah kontras dari performa mereka yang sering kehilangan poin saat melawan tim-tim papan bawah seperti Cremonese, Parma, dan Pisa.
“Untuk level psikologis, kemenangan ini sangat penting. Kami bertahan di empat besar sesuai keinginan kami,” tambahnya.
Tiga Gelandang Kunci Permainan Pasif
Allegri menyambut kembalinya sejumlah pemain penting dari cedera, termasuk Adrien Rabiot dan Pulisic. Di lini tengah, ia dapat menurunkan trio terbaik: Rabiot, Fofana, dan playmaker veteran Luka Modric.
Trio ini membantu Milan tampil kompak dan disiplin dalam menerapkan permainan yang cenderung pasif. Mereka membiarkan Inter tampil ofensif dan mendominasi penguasaan bola, yang tercatat mencapai 64 persen dengan 16 tembakan ke pertahanan Milan.
Namun, Milan tampil sangat efektif. Gol Pulisic merupakan bukti kerja sama kohesif trio gelandang yang berhasil menutup ruang para gelandang Inter dalam melayani duet penyerang Lautaro Martinez dan Marcus Thuram.
Gol itu tercipta dari serangan pertama Milan di babak kedua. Diawali tembakan Alexis Saelemaekers yang ditepis kiper Inter, Yann Sommer, Pulisic bergerak cepat menyambut bola sebelum bek Inter, Manuel Akanji, berhasil mengimbangi kecepatannya.
Memaksimalkan Kecepatan di Depan
Permainan pragmatis ini sesuai dengan filosofi sepak bola Allegri. Selain bertumpu pada tiga gelandang, ia mengandalkan kecepatan dan ketajaman Pulisic dan Rafael Leao di posisi depan.
Meskipun kalah pamor dalam statistik gol, Leao memainkan peran penting. Ia selalu mampu menarik perhatian setidaknya dua bek Inter, menciptakan ruang bagi rekan setimnya. Saelemaekers, misalnya, berhasil lolos dari kepungan pemain Inter yang terfokus pada Leao saat proses gol Milan.
Meski demikian, Allegri mengingatkan timnya untuk terus meningkatkan performa, terutama dalam akurasi umpan silang dan penyelesaian akhir. “Situasi alami Inter akan berjuang untuk menyamakan skor, kami mendapatkan beberapa situasi [menyerang] yang seharusnya bisa dimaksimalkan. Namun, kami bertahan dengan baik,” pungkasnya.
Catatan Buruk Inter: Akhir Kemenangan Beruntun
Bagi Inter, kekalahan dari Milan ini mengakhiri catatan empat kemenangan beruntun sejak 30 Oktober. I Nerazzurri juga menderita kekalahan pertama di musim 2025-2026 tanpa mampu mencetak gol.
Pelatih Inter, Cristian Chivu, tampak belum mampu mengangkat moral timnya ketika menghadapi lawan-lawan tangguh di Serie A. Inter sebelumnya sudah menelan kekalahan dari Juventus (3-4), Napoli (1-3), dan kini Milan. Satu-satunya kemenangan mereka atas tim papan atas adalah saat menumbangkan AS Roma pada 19 Oktober.
Meskipun demikian, penyerang Marcus Thuram tidak khawatir. Ia yakin skuad Inter akan segera bangkit. “Saya tahu kami menderita kekalahan, tetapi kami masih berada di trek yang benar. Kami percaya kepada pelatih dan proyek ini. Satu kekalahan tidak akan mengubah pikiran kami,” kata Thuram, dilansir dari La Gazzetta dello Sport. (*)
Comment