Ratusan Ojol Lumpuhkan Pettarani, Tolak Keras Potongan Komisi dan Status Pekerja Tetap

(Foto : Dirga)

ads
ads

MAKASSAR, MENITNEWS.COM — Ratusan pengemudi ojek online (ojol) memblokade total ruas Jalan AP Pettarani di Makassar pada Senin siang (24/11) pukul 11.15 Wita, menyebabkan kemacetan parah di salah satu poros utama kota. Aksi yang terpusat di depan kantor sementara DPRD Sulsel ini menuntut dua hal utama: penghapusan potongan komisi 10% oleh aplikator dan penolakan status pekerja tetap yang dianggap merugikan pengemudi.

Tuntutan Utama: Tolak Komisi dan Status Kontrak

Massa pengemudi ojol yang mengenakan jaket hijau menumpuk di badan jalan, membentuk barisan yang menolak mundur. Mereka menuntut aplikator untuk menghentikan pemotongan komisi sebesar 10% yang dinilai menekan penghasilan harian mereka.

“Pemotongan komisi 10% dianggap menekan penghasilan yang sudah tipis. Kami merasa aplikator memperlakukan kami sebagai objek pasar, bukan mitra,” demikian bunyi pernyataan para pengemudi, dikutip dari sulsel.herald.id.

Selain masalah komisi, ojol juga menolak rencana penetapan status pekerja tetap. Mereka menganggap status ini sebagai jebakan administratif yang justru akan mengikat kebebasan kerja mereka.

“Kami keberatan, kami tidak butuh status yang justru mengikat,” seru salah satu orator, yang suaranya nyaris tenggelam oleh deru klakson dan mesin kendaraan yang terjebak.

Kemacetan Menggila, Polisi Lakukan Rekayasa

Aksi blokade ini seketika melumpuhkan arus lalu lintas. Arus dari Jalan Sultan Alauddin menuju flyover tersumbat total. Barisan kendaraan mengular panjang hingga ke depan Kantor KPU Sulsel, diiringi klakson bersahutan. Sebagian sopir memilih keluar dari mobil untuk mencari tahu penyebab pasti kemacetan.

Menanggapi kelumpuhan ini, Kepolisian segera melakukan rekayasa lalu lintas darurat.

  • Jalur dari arah flyover menuju Sultan Alauddin dipaksa menjadi dua arah untuk mengurai tumpukan kendaraan dan mencegah kelumpuhan total.

  • Petugas disebar di tengah simpang, memberikan instruksi yang sulit terdengar di tengah keributan.

Meski demikian, kemacetan tetap tidak terhindarkan. Para pengendara yang menunggu tanpa kepastian terlihat mematikan mesin, menggerutu, dan sebagian lainnya mendokumentasikan kekacauan itu untuk dibagikan ke media sosial. Massa ojol tetap bersikukuh memadati badan jalan, tak bergeser sedikit pun meski telah diminta aparat. (*)

Comment