Terduga Pelaku Kriminal Tewas Diamuk Massa, Jasad Diseret Keliling Kampung

ads
ads

GOWA, MENITNEWS.COM– Sebuah insiden main hakim sendiri yang terjadi di Kecamatan Tompobulu, Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel). Seorang pria bernama Ali, yang diduga merupakan pelaku pemerkosaan dan serangkaian tindak kriminal, tewas di tangan massa. Parahnya, jasad Ali diikat ke sepeda motor dan diseret keliling kampung, terekam dalam video yang kini viral di media sosial.

Kronologi Penangkapannya: Dari Penyergapan hingga Jasad Diseret

Peristiwa tragis ini diketahui terjadi pada Rabu (3/12) di Kampung Parang-parang Tulau, Kelurahan Cikoro, Tompobulu.

Menurut laporan awak media, terduga pelaku awalnya terlihat berjalan kaki sebelum disergap dan dihakimi massa:

Ali dicegat oleh pengendara motor dari depan, sementara warga lain segera memitingnya dari belakang, mengamankan terduga pelaku.

Setelah ditangkap, tangan dan kaki Ali diikat menggunakan tali dengan penahan dua bilah bambu. Ia kemudian digotong dan diarak keliling oleh warga dengan posisi terbalik, yakni kaki di atas dan kepala di bawah.

Proses persekusi tersebut berlanjut hingga petang. Jasad Ali yang sudah tak bernyawa terlihat diikat ke sepeda motor dan ditarik (diseret) mengelilingi area kampung, diikuti oleh iring-iringan kendaraan warga.

Motif Pembunuhan: Resah karena Kriminalitas Berulang

Warga setempat mengungkapkan bahwa Ali sudah lama meresahkan masyarakat di Tompobulu. Pria berusia 40 tahunan ini dicari bukan hanya karena dugaan pemerkosaan, tetapi juga karena serangkaian ulah kriminal yang membuat warga geram.

Salah seorang warga, Enal (40), mengatakan Ali adalah seorang residivis yang baru bebas dari penjara dan kembali beraksi:

Ali sempat mencuri laptop dari rumah warga bernama Dg Suriani, beberapa malam sebelum insiden tragis ini.

Pelecehan Penyandang Disabilitas: Ulah terparah Ali terjadi pada Minggu (30/11) pagi. Ia diduga melakukan pelecehan dan penganiayaan terhadap seorang perempuan penyandang disabilitas.

“Paginya Ali melakukan hal keji dengan melecehkan seorang perempuan disabilitas, dilecehkan dan dipukuli seperti di video,” terang Enal.

Enal menambahkan, amuk massa yang berujung pada tewasnya Ali disertai tindakan kekerasan yang mengerikan. “Di perbatasan Desa Rappoala dan Rappolemba dipotong kemaluannya dan dicincang-cincang,” ungkapnya.

Respons Kepolisian: Situasi Sudah Kondusif

Kanit Resmob Polres Gowa, Ipda Muhammad Alfian, membenarkan terjadinya peristiwa main hakim sendiri di Kecamatan Tompobulu tersebut.

“Kejadian di Tompobulu, kami baru mau merapat ke TKP,” ujar Ipda Muhammad Alfian, dikutip dari detikSulsel. Alfian memastikan bahwa insiden ini berawal dari dugaan kasus pemerkosaan. “Berawal dari kasus pemerkosaan,” jelasnya.

Polisi kini telah bersiaga di lokasi untuk mencegah kericuhan lebih lanjut pasca-kejadian. Berdasarkan pembaruan informasi, situasi di lokasi sudah aman dan kondusif.

“Situasi di lokasi sudah aman dan kondusif. Polisi sudah bersiaga di rumah duka dan beberapa anggota Polres standby di Polsek Tompobulu,” tutup Ipda Alfian, Kamis (4/12).

Comment