MENITNEWS.COM, MAKASSAR — Camat Rappocini, Kota Makassar, Muhammad Aminuddin, S.Sos., M.AP, menyatakan komitmennya dalam menangani persoalan sampah organik di wilayahnya melalui implementasi inovasi yang dinamakan “Teba Modern”.
Inovasi ini merupakan langkah maju dalam pengelolaan sampah berbasis teknologi sederhana, yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat.
Aminuddin menjelaskan bahwa “Teba Modern” pada dasarnya adalah pengembangan dari konsep “Tebakan” atau tempat sampah terpadu yang sudah dikenal sebelumnya
Namun, kini diintegrasikan dengan teknik pengolahan sampah organik yang lebih efisien dan modern, khususnya memanfaatkan teknik komposting dan biopori.
”Inovasi Teba Modern ini bukan hanya sekadar tempat sampah, tetapi pusat pengolahan mini di tingkat rumah tangga atau komunitas. Tujuannya jelas, yakni mengurangi volume sampah organik yang masuk ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir) secara signifikan,” jelas Aminuddin, Senin (15/12/2025).
Fokus Pada Pemanfaatan Biopori dan Edukasi
Penerapan “Teba Modern” difokuskan pada pemanfaatan lubang biopori yang dipadukan dengan bak penampungan tertutup untuk mengolah sampah rumah tangga. Sampah organik, seperti sisa makanan dan daun, akan dimasukkan ke dalam lubang biopori atau bak komposter.
Lubang Biopori: Berfungsi untuk menyuburkan tanah, mencegah genangan air, dan mempercepat dekomposisi sampah organik.
Bak Komposter: Digunakan untuk memproduksi kompos yang dapat dimanfaatkan kembali oleh warga, seperti untuk tanaman hias atau kebun kecil.
Camat Aminuddin menambahkan bahwa, kunci keberhasilan Teba Modern adalah edukasi dan pendampingan kepada warga. Pihaknya gencar melakukan sosialisasi di Tingkat Kelurahan dan RT/RW, agar warga memahami pentingnya pemilahan sampah dari sumbernya.
”Kami berharap, melalui Teba Modern, Kecamatan Rappocini dapat menjadi percontohan pengelolaan sampah organik yang mandiri dan berkelanjutan di Kota Makassar,” tutupnya. (*)
Comment