MENITNEWS.COM, MAKASSAR — Pemerintah Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, memperkuat komitmennya dalam upaya percepatan pencegahan dan penurunan angka stunting melalui sinergi dan kolaborasi lintas sektor.
Hal ini ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kecamatan yang resmi dibuka di Aula Emmy Saelan, Kantor Kecamatan Rappocini, baru-baru ini.
Sekretaris Camat Rappocini, Andi Zulfadli, S.E, mewakili Camat Rappocini Muhammad Aminuddin, S.Sos., M.A.P, secara resmi membuka kegiatan tersebut.
Dalam sambutannya, Sekcam Andi Zulfadli, menegaskan bahwa percepatan penurunan stunting bukan hanya tugas sektor kesehatan, tetapi membutuhkan kolaborasi kuat dari seluruh unsur pemerintah, lembaga keagamaan, pendidikan, serta masyarakat.
Keterlibatan Seluruh Elemen
Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai unsur penting dari lintas sektor, yang bersama-sama menjadi garda terdepan dalam upaya ini. Peserta yang terlibat meliputi perwakilan Puskesmas, Lurah se-Kecamatan Rappocini, KUA Kecamatan Rappocini, Kader Kesehatan, PKK, serta stakeholder terkait lainnya.
Andi Zulfadli menekankan bahwa stunting adalah isu yang harus ditangani bersama.
“Pencegahannya harus dimulai sejak dini, melalui edukasi kepada calon pengantin, pendampingan ibu hamil, pemenuhan gizi balita, dan peran aktif keluarga,” tegasnya.
Tanpa kolaborasi lintas sektor, kata dia, maka upaya ini dinilai tidak akan berjalan maksimal.
Strategi dan Intervensi Khusus
Pemerintah Kecamatan Rappocini berkomitmen memperkuat sinergi program, mulai dari pemutakhiran data sasaran, edukasi gizi, hingga intervensi spesifik, melalui pendekatan keluarga dan komunitas.
Dalam rapat tersebut, tim TPPS Kecamatan juga memaparkan strategi percepatan penurunan stunting tahun 2025, yang mencakup:
Pemantapan mekanisme koordinasi.
Penanganan keluarga berisiko.
Penguatan peran kader.
Optimalisasi program pemerintah seperti MBG (Makan Bergizi Gratis), Bapak Asuh Stunting, dan edukasi pranikah melalui KUA.
”Kami mendorong seluruh kelurahan untuk terus aktif melakukan monitoring tumbuh kembang anak, memastikan layanan posyandu berjalan optimal, dan melakukan langkah-langkah intervensi yang dibutuhkan oleh keluarga berisiko stunting,” papar Zulfadli.
Melalui kegiatan kolaboratif ini, Kecamatan Rappocini berharap seluruh unsur dapat bergerak bersama untuk menekan angka stunting secara signifikan, menciptakan generasi yang lebih sehat, cerdas, dan produktif, sekaligus mendukung visi Kota Makassar. (*)
Comment