​Krisis Bola Udara! Tiga Gol Sundulan Paksa PSM Makassar Menelan Kekalahan Beruntun

ads
ads

MENITNEWS.COM, ​MAKASSAR — Lini pertahanan PSM Makassar tengah menjadi sorotan tajam, setelah menelan dua kekalahan beruntun dalam lanjutan Super League.

Kekalahan 0-1 di kandang Persib Bandung, dan 1-2 saat dijamu Borneo FC, mengungkap lubang besar di jantung pertahanan Juku Eja: ketidakmampuan mengantisipasi bola-bola atas.

​Dalam dua laga tersebut, gawang PSM tercatat kebobolan tiga kali, dan seluruh gol tersebut lahir melalui proses yang sama, yakni duel udara.

​Petaka di Udara

​Saat menghadapi Persib, PSM harus menyerah lewat gol tunggal Andrew Jung, yang berawal dari skema bola mati yang gagal dihalau dengan sempurna oleh barisan belakang. Tren negatif ini berlanjut saat bersua Borneo FC.

Meski sempat memberikan perlawanan sengit, PSM dipaksa menyerah 1-2 setelah dua gol tim tamu lewat Joel Vinicius, kembali bersarang lewat sundulan kepala yang memanfaatkan umpan lambung akurat.

​Statistik menunjukkan bahwa koordinasi antarpemain dalam menjaga marking di dalam kotak penalti menjadi titik lemah utama.

Lawan tampak dengan mudah memenangi duel fisik di udara, meski PSM memiliki barisan bek dengan postur yang cukup tinggi, Yuran Fernandes dan Neto Suarez.

​Menanggapi hasil minor ini, Pelatih Kepala PSM, Tomas Trucha, tidak menutupi kekecewaannya. Ia mengakui bahwa kelemahan dalam mengantisipasi umpan silang dan bola mati menjadi penyebab utama hilangnya poin krusial.

​”Sangat sulit menerima kekalahan ketika kami tahu persis dimana letak kesalahan kami. Tiga gol dalam dua pertandingan semuanya berasal dari bola atas. Ini bukan masalah postur, tapi masalah fokus dan posisi saat duel udara,” ujar Trucha, Minggu (4/1/2026).

​”Kami memberikan terlalu banyak ruang bagi lawan untuk mengirimkan umpan lambung dan tidak cukup agresif di dalam kotak penalti. Kami harus segera memperbaiki ini di sesi latihan sebelum laga berikutnya, atau lawan akan terus mengeksploitasi lubang yang sama,” tuturnya.

​Pekerjaan Rumah Menumpuk

​Kekalahan ini membuat posisi PSM di klasemen sementara tertahan. Tomas Trucha kini dituntut untuk segera mengevaluasi komunikasi antara penjaga gawang dan lini belakang, serta meningkatkan intensitas latihan defensive set-pieces.

​Suporter berharap, Pasukan Ramang mampu bangkit dan kembali menunjukkan karakter pertahanan yang kokoh seperti identitas mereka selama ini. (*)

Comment