Bupati MYL Tekankan Hari Pertama Sekolah Tanpa Tekanan, Sambut Siswa Dengan Hati

ads
ads

MENITNEWS.COM, PANGKEP — Bupati Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. H. Muhammad Yusran Lalogau, SP, MSi, atau MYL, menegaskan pentingnya pendekatan humanis pada hari pertama masuk sekolah setelah libur.

Hal tersebut disampaikannya kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pangkep, para Kepala Sekolah, serta para Guru, Senin (5/1/2026), di Pangkajene.

Bupati dua periode itu menyampaikan bahwa hari pertama sekolah, bukan sekadar dimulainya kembali kegiatan belajar mengajar, tetapi menjadi momen penting untuk menata ulang semangat, mental, dan harapan peserta didik di semua jenjang pendidikan.

Menurutnya, di hari pertama itulah sekolah diuji, apakah mampu hadir sebagai ruang yang ramah, aman, dan mendidik, atau justru menjadi tempat yang menegangkan bagi anak-anak sejak langkah pertama mereka memasuki lingkungan sekolah.

Bupati MYL mengingatkan bahwa masa libur sekolah memberi kesempatan bagi anak untuk beristirahat dari rutinitas. Namun, jeda tersebut juga membuat sebagian siswa membutuhkan waktu untuk beradaptasi kembali dengan suasana belajar.

Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya pendekatan yang manusiawi dan penuh empati di hari pertama sekolah, agar peserta didik tidak merasa “ditarik paksa” kembali ke dunia akademik yang kerap identik dengan tekanan.

Ia menjelaskan bahwa meskipun sekolah dasar, menengah pertama, menengah atas, hingga kejuruan memiliki karakter siswa yang berbeda, namun kebutuhan dasar mereka tetap sama, yakni rasa aman dan diterima di lingkungan sekolah.

“Senyum Guru, sapaan hangat, dan suasana yang bersahabat sering kali jauh lebih bermakna dibandingkan langsung memberikan tugas atau beban belajar di hari pertama,” ujar Bupati MYL, dalam arahannya.

Ia juga menegaskan bahwa hari pertama sekolah seharusnya menjadi ruang penyambutan, bukan penghakiman. Absensi boleh dilakukan sebagai bagian dari administrasi, namun tidak disertai ancaman ataupun hukuman yang berlebihan.

Penguatan karakter dan motivasi, lanjut MYL, harus menjadi agenda utama. Nilai disiplin, tanggung jawab, serta sikap saling menghargai dapat disampaikan dengan bahasa sederhana dan menyentuh, sehingga lebih mudah diterima oleh siswa.

Untuk jenjang SMP dan SMA, Bupati menilai hari pertama sekolah sebagai kesempatan emas bagi guru untuk membangun komunikasi yang sehat dengan siswa yang sedang berada pada fase pencarian jati diri.

Sementara bagi SMK dan SMKA, ia menekankan pentingnya pengenalan kembali budaya kerja, etos disiplin, serta keselamatan dalam praktik pembelajaran yang dikemas secara persuasif dan mendidik.

Bupati MYL juga mendorong sekolah untuk mengisi hari pertama dengan kegiatan ringan dan edukatif, seperti diskusi pengalaman libur, permainan pembangun kebersamaan, kerja bakti, serta doa bersama sebagai fondasi awal pembelajaran yang berkarakter.

Menurutnya, jika hari pertama sekolah dibangun dengan hati, empati, dan kebersamaan, maka proses pendidikan ke depan akan berjalan lebih kuat, bermakna, dan manusiawi, sehingga sekolah benar-benar menjadi ruang tumbuh yang aman bagi generasi masa depan. (*)

Comment