MENITNEWS.COM, GOWA — Komitmen kemanusiaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar, kembali dibuktikan dalam operasi penyelamatan 13 warga Kota Makassar yang terjebak banjir bandang di Kawasan Air Terjun Barayya, Sungai Jeneberang, Kabupaten Gowa, baru-baru ini.
Meskipun lokasi kejadian berada di luar wilayah administratif Kota Makassar, BPBD Makassar tetap mengambil tanggung jawab penuh atas keselamatan seluruh korban, mengingat seluruhnya merupakan warga Kota Makassar.
Operasi evakuasi dilakukan di tengah hujan, kondisi mulai gelap, medan terjal, serta arus sungai yang deras dan membahayakan.
Begitu laporan diterima, tim evakuasi BPBD Makassar langsung bergerak cepat dengan mengerahkan personel lengkap beserta ambulans, peralatan mountaineering, life jacket, perlengkapan medis, serta bantuan kedaruratan berupa jaket penghangat dan makanan untuk memastikan kondisi korban tetap aman selama proses penyelamatan.
Korban yang sempat bertahan di dataran lebih tinggi akibat luapan air sungai, berhasil dijangkau satu per satu dengan teknik evakuasi khusus. Seluruh korban—5 perempuan dan 8 laki-laki—berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat, kemudian dibawa menggunakan ambulans dan kendaraan operasional BPBD kembali ke Kota Makassar untuk penanganan lanjutan.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Dr. H.M. Fadli Tahar, menegaskan bahwa keselamatan warga adalah tanggung jawab moral dan kemanusiaan yang tidak bisa ditawar.
“Semua yang kami evakuasi adalah warga Kota Makassar. Dimana pun mereka berada, keselamatan mereka adalah tanggung jawab kami. Medan sangat berat dan berisiko, namun itu tidak boleh menghalangi tugas kemanusiaan,” tegas Dr. Fadli Tahar, Senin (5/1/2026).
Ia juga menambahkan bahwa bantuan kedaruratan menjadi bagian penting dalam operasi penyelamatan.
“Selain evakuasi, kami pastikan kebutuhan dasar korban terpenuhi. Ambulans kami siagakan, jaket penghangat dan makanan kami berikan agar kondisi fisik dan psikologis korban tetap terjaga,” tuturnya.
Fadli Tahar turut mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati melakukan aktivitas wisata alam, terutama di musim penghujan yang berpotensi memicu banjir bandang secara tiba-tiba.
Keberhasilan penyelamatan ini kembali menunjukkan bahwa BPBD Kota Makassar hadir bukan hanya sebagai institusi, tetapi sebagai pelindung dan penanggung jawab keselamatan warganya, bekerja dalam senyap, menembus batas wilayah, dan mempertaruhkan keselamatan demi menyelamatkan nyawa.
“Keselamatan warga adalah amanah, dan BPBD Makassar menjaganya sampai titik terakhir,” tutup Fadli. (*)
Comment