Drama di Old Trafford: Ruben Amorim ‘Meledak’ Sebelum Dipecat Manchester United

(Foto: Getty Images Sport)

ads
ads

MANCHESTER, MENITNEWS.COM – Tabir di balik pemecatan mendadak Ruben Amorim dari kursi kepelatihan Manchester United mulai terkuak. Pelatih asal Portugal itu dikabarkan terlibat konfrontasi panas dengan jajaran direksi klub hanya beberapa jam sebelum pertandingan terakhirnya melawan Leeds United.

Pertemuan yang Menjadi Bencana

Krisis ini bermula dari pertemuan internal antara Amorim dan Direktur Sepak Bola United, Jason Wilcox. Pertemuan yang awalnya dimaksudkan untuk mengevaluasi evolusi tim secara positif justru berubah menjadi arena perdebatan sengit.

Titik didih terjadi ketika Wilcox mempertanyakan efektivitas formasi 3-4-3 yang terus dipertahankan Amorim meski performa tim stagnan. Amorim dikabarkan ‘meledak’ dan merasa otoritas taktisnya diintervensi. Reaksi keras ini meyakinkan hierarki klub bahwa hubungan kedua belah pihak sudah tidak bisa diperbaiki.

“Saya Manajer, Bukan Pelatih”

Dalam konferensi pers terakhirnya yang emosional, pria berusia 40 tahun itu melontarkan pernyataan menantang yang seolah menjadi salam perpisahan. Amorim menegaskan bahwa dirinya menuntut kontrol penuh atas seluruh departemen klub.

“Saya datang ke sini untuk menjadi manajer Manchester United, bukan pelatih. Itu jelas,” tegas Amorim. “Setiap departemen, mulai dari pencarian bakat hingga direktur olahraga, perlu melakukan tugasnya masing-masing. Saya tidak akan mengundurkan diri; saya akan melakukan tugas saya sampai ada orang lain yang menggantikan saya.”

Pernyataan ini dianggap sebagai serangan terbuka terhadap struktur manajemen United di bawah kepemimpinan Ineos.

Dugaan Sabotase Diri

Laporan dari The Telegraph menyebut posisi Amorim sudah “mati” bahkan sebelum peluit akhir di Elland Road dibunyikan. Sementara itu, sumber internal yang dikutip The Sun meyakini bahwa tindakan Amorim merupakan bentuk sabotase diri. Ia diduga sengaja memicu konflik agar dipecat demi mengatur jalan keluar dari Old Trafford setelah merasa tidak lagi mendapat dukungan penuh dalam kebijakan transfer.

Selama 14 bulan masa jabatannya, United telah menghabiskan dana besar pada bursa transfer musim panas 2025. Namun, pemain-pemain baru tersebut dinilai gagal memenuhi tuntutan taktis Amorim yang kaku, menyebabkan kebingungan di ruang ganti.

Transisi dan Pengganti

Keputusan final pemecatan diambil oleh Chief Executive Omar Berrada pada Senin pagi waktu setempat. Sebagai langkah darurat, United telah menunjuk Darren Fletcher untuk memimpin tim utama secara sementara. Fletcher dijadwalkan akan mengawal Setan Merah saat bertandang ke markas Burnley, Kamis (8/1) dini hari WIB.

Untuk jangka panjang, manajemen United dikabarkan tengah membidik pelatih Crystal Palace, Oliver Glasner, sebagai target utama yang akan dipersiapkan untuk memimpin proyek baru mulai musim panas 2026. (*)

Comment