MENITNEWS.COM, MAKASSAR — Mengawali tahun 2026, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum atau PDAM Kota Makassar, melakukan lompatan besar dalam standar pelayanan publik.
Di bawah komitmen Pemerintah Kota Makassar untuk mewujudkan kota dunia yang inklusif, PDAM Makassar terus memaksimalkan serangkaian terobosan teknologi dan program sosial, yang berfokus pada pemerataan akses air bersih bagi seluruh lapisan masyarakat, dan peningkatan pelayanan terhadap para pelanggan.
Inovasi Teknologi: Pantau Air Dalam Genggaman
Salah satu terobosan utama yang menjadi sorotan adalah penguatan sistem Digitalisasi Distribusi. PDAM kini menerapkan sensor pintar pada jaringan pipa utama yang memungkinkan tim teknis memantau tekanan dan debit air secara real-time.
”Kami tidak lagi menunggu laporan warga untuk mengetahui ada pipa bocor. Sistem kami akan memberikan notifikasi otomatis jika ada anomali tekanan di suatu wilayah,” jelas Plt. Direktur Utama PDAM Kota Makassar, Hamzah Ahmad, Selasa (6/1/2026).
Langkah ini juga dibarengi dengan pemutakhiran aplikasi PDAM Makassar Mobile. Melalui aplikasi ini, warga tidak hanya bisa membayar tagihan, tetapi juga memantau estimasi jam distribusi air ke rumah mereka, sehingga warga di wilayah rawan air dapat mengantisipasi kebutuhan harian dengan lebih baik.
Program MULIA: Keadilan Air Untuk Warga Prasejahtera
Selain teknologi, sisi kemanusiaan tetap menjadi prioritas melalui keberlanjutan Program MULIA (Mandat Untuk Layanan Inklusif Air). Di tahun 2026 ini, PDAM Makassar menargetkan ribuan sambungan baru gratis bagi warga prasejahtera, khususnya bagi rumah tangga dengan daya listrik 450–900 Watt.
Program ini bertujuan menghapus hambatan biaya pasang baru yang selama ini sering dikeluhkan masyarakat berpenghasilan rendah.
“Dengan adanya sambungan gratis ini, warga yang sebelumnya bergantung pada air tandon atau sumur bor yang kualitasnya belum tentu terjamin, kini bisa menikmati air bersih langsung dari keran rumah mereka,” papar Hamzah Ahmad.
Efisiensi dan Transparansi
PDAM Makassar juga mencatatkan sejarah baru dalam tata kelola keuangan. Setelah berhasil mengubah tren kerugian menjadi laba melalui efisiensi operasional di tahun sebelumnya, tahun 2026 ini manajemen fokus pada penguatan Whistle Blowing System (WBS).
Sistem ini menjamin transparansi pelayanan, di mana masyarakat bisa melaporkan segala bentuk pungutan liar atau ketidaksesuaian layanan dengan jaminan kerahasiaan identitas.
Respons positif datang dari masyarakat, salah satunya Ibu Marni, warga di Kecamatan Tallo.
“Dulu kami sering kesulitan air saat musim kemarau. Dengan perbaikan pipa dan sistem baru ini, kami berharap aliran air lebih stabil dan tidak ada lagi drama mati air tanpa pemberitahuan,” ujarnya.
Dengan berbagai terobosan ini, PDAM Makassar optimistis dapat meningkatkan cakupan pelayanan hingga pelosok kota, sekaligus menjadikan Kota Makassar sebagai barometer pengelolaan air minum yang profesional di Indonesia Timur. (*)
Comment