MENITNEWS.COM, MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Makassar, resmi mengaktifkan Status Siaga Darurat Bencana.
Keputusan ini diambil menyusul peningkatan intensitas hujan lebat yang disertai angin kencang, yang mengakibatkan banjir di sejumlah titik serta insiden pohon tumbang di wilayah perkotaan.

Berdasarkan data terkini BPBD, beberapa titik di Kota Makassar mulai mengalami kenaikan debit air yang signifikan, di antaranya:
Kecamatan Manggala: Perumahan Antang Blok 8 dan Blok 10, serta wilayah Kelurahan Batua.
Kecamatan Biringkanaya: Perumahan Yayasan Gubernur, Kodam III, dan wilayah sekitar Paccerakkang.
Kecamatan Panakkukang: Depan Kantor Gubernur, Wilayah Aspol Panaikang dan beberapa titik di Jalan Pettarani.
Kecamatan Tamalanrea: Wilayah BTP (Bumi Tamalanrea Permai) dan beberapa pemukiman di sekitar Universitas Hasanuddin.
Kecamatan Rappocini: Area Jalan Minasa Upa dan sekitar Jalan Hertasning.
Selain titik banjir tersebut, laporan pohon tumbang juga terjadi di beberapa ruas jalan protokol yang kini sedang dalam penanganan Tim Kebersihan dan BPBD Kota Makassar.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Dr. H.M. Fadli Tahar, menyatakan bahwa seluruh personel dan peralatan evakuasi kini telah disiagakan penuh selama 24 jam untuk merespon cepat kondisi di lapangan.
”Melihat intensitas curah hujan yang terus meningkat dalam beberapa hari terakhir dan adanya laporan pohon tumbang serta genangan di berbagai titik, maka per hari ini kami mengaktifkan status siaga bencana untuk Wilayah Kota Makassar,” ujar Fadli Tahar, Sabtu (10/1/2026).
Fadli menambahkan bahwa koordinasi antarinstansi telah diperketat, guna mempercepat respon jika terjadi kondisi darurat.
”Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun tetap waspada, terutama bagi warga yang tinggal di wilayah langganan banjir. Segera amankan dokumen penting dan pantau terus perkembangan cuaca dari sumber resmi,” tegasnya.
BPBD Kota Makassar telah menyiagakan posko utama dan armada perahu karet di titik-titik krusial tersebut. Warga yang membutuhkan bantuan evakuasi atau ingin melaporkan kejadian bencana dapat menghubungi layanan panggilan darurat 112. (*)
Comment