Cuaca Ekstrem Terjang Kota Daeng: 29 Titik Pohon Tumbang, BPBD Makassar Bantu Ratusan Warga Biringkanaya Mengungsi

ads
ads

MENITNEWS.COM, ​MAKASSAR — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar, melaporkan situasi terkini terkait dampak bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Kota Daeng.

Berdasarkan data per Minggu malam, 11 Januari 2026, kombinasi angin kencang dan curah hujan tinggi, memicu puluhan insiden pohon tumbang hingga evakuasi ratusan warga ke pengungsian.

​Sepanjang hari Minggu, tercatat sedikitnya 29 titik lokasi terdampak angin kencang. Fenomena ini menyebabkan pohon tumbang di berbagai ruas jalan protokol dan kawasan pemukiman, serta merusak satu unit rumah warga.

​Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kota Makassar, bergerak cepat melakukan kolaborasi lintas sektor bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Damkarmat, dan Dinas PU untuk mengevakuasi material pohon yang menutup akses jalan.

​”Fokus utama kami adalah pembukaan akses jalan yang terhambat dan memastikan keamanan warga di lokasi kejadian. Alhamdulillah, hingga saat ini tidak ada laporan korban jiwa,” jelas Kepala BPBD Makassar, Dr. H.M. Fadli Tahar, Senin (12/1/2026).

Biringkanaya Tergenang, 356 Jiwa Berada di Pengungsian

​Intensitas hujan yang tak kunjung reda mengakibatkan genangan cukup dalam di Kecamatan Biringkanaya. Kondisi ini memaksa 356 jiwa dari 97 Kepala Keluarga (KK) untuk meninggalkan rumah mereka demi keselamatan.

​Hingga Minggu malam pukul 23.41 WITA, para pengungsi tersebar di beberapa titik aman. Berikut adalah rincian kondisi di posko utama:

SD Paccerakkang: 201 Jiwa (55 KK)

Titik terbesar; terdapat bayi, balita, dan lansia.

Kantor Lurah Katimbang: 61 Jiwa (17 KK)

Termasuk 2 ibu hamil dan 7 balita.

Masjid Lailatul Qadar (Blok AF): 39 Jiwa (10 KK)

Terdapat 1 ibu hamil dan 1 lansia.

Masjid Nurul Ikhlas (Kodam 3): 18 Jiwa (4 KK)

Didominasi orang dewasa dan balita.

Sinergi Penanganan dan Pemenuhan Kebutuhan Dasar

​BPBD Kota Makassar memastikan bahwa penanganan di pengungsian, tidak dilakukan sendiri. Sinergi dibangun bersama:

​Dinas Sosial: Menjamin ketersediaan logistik dan pemenuhan kebutuhan dasar makanan.

​Dinas Kesehatan: Melakukan pemantauan kesehatan secara berkala bagi pengungsi, terutama kelompok rentan (ibu hamil, bayi, dan lansia).

​TNI/Polri & Pemerintah Setempat: Menjaga keamanan lokasi dan membantu mobilitas warga di area terdampak.

​Mengingat cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi, BPBD Kota Makassar mengimbau seluruh masyarakat untuk:

​Tetap Waspada: Hindari berteduh di bawah pohon besar, reklame, atau bangunan yang rapuh saat angin kencang.

​Pantau Informasi: Ikuti perkembangan cuaca dari kanal resmi.

​Lapor Cepat: Segera hubungi kanal resmi BPBD jika terjadi keadaan darurat di lingkungan sekitar.

​BPBD Kota Makassar menegaskan komitmennya untuk terus bersiaga 24 jam dengan semangat “Siaga, Tanggap, dan Hadir untuk Kemanusiaan.” (*)

Comment