OJK Sulselbar Pastikan Sektor Keuangan Sulampua Tetap Tangguh di Tengah Dinamika Global

ads
ads

MENITNEWS.COM, ​MAKASSAR — Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (OJK Sulselbar), mencatatkan rapor positif bagi stabilitas sektor jasa keuangan di wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua). Hingga November 2025, performa perbankan, pasar modal, hingga industri keuangan non-bank (IKNB) di wilayah timur Indonesia ini dilaporkan tetap solid dan terjaga.

​Kepala OJK Provinsi Sulselbar, Moch. Muchlasin, mengungkapkan bahwa ketahanan ini menjadi fondasi penting bagi kesinambungan ekonomi daerah dalam memasuki tahun 2026.

​1. Perbankan: Aset Tembus Rp572 Triliun, Fungsi Intermediasi Optimal

​Sektor perbankan tetap menjadi motor utama ekonomi Sulampua. Tercatat, total aset perbankan tumbuh 4,26% (yoy) menjadi Rp572,44 triliun. Menariknya, fungsi intermediasi berjalan sangat aktif yang tercermin dari rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) yang tinggi, yakni 124,14%.

​Penghimpunan Dana (DPK): Tumbuh 5,86% menjadi Rp362,46 triliun, didominasi oleh tabungan masyarakat.

​Penyaluran Kredit: Mencapai Rp449,98 triliun. Meski kredit produktif menguasai 47,94% portofolio, pertumbuhan total sedikit tertahan akibat kontraksi di segmen modal kerja.

​Kualitas Kredit: Tetap sehat dengan rasio NPL di level 2,99%, masih di bawah ambang batas aman.

​2. Ledakan Investor Pasar Modal di Indonesia Timur

OJK Sulselbar menyatakan bahwa, gairah investasi masyarakat Sulampua mengalami lonjakan signifikan. Jumlah investor yang tercermin dari Single Investor Identification (SID) melesat 27,61% mencapai 1,24 juta investor.

​Poin menarik terlihat pada instrumen saham yang mencatatkan pertumbuhan investor tertinggi sebesar 38,90% (yoy).

Menurut OJK Sulselbar, hal ini menunjukkan bahwa literasi dan keberanian masyarakat dalam berinvestasi di instrumen berisiko tinggi namun menguntungkan mulai meningkat pesat.

​3. Dinamika IKNB: Pinjol Tumbuh Subur, Asuransi Terkoreksi

​Sektor Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) menunjukkan tren yang bervariasi:

​Pinjaman Online (LPBBTI): Mencatatkan pertumbuhan outstanding pembiayaan yang sangat tinggi, yakni 41,47%. Untuk menjaga risiko, OJK telah meluncurkan program dukungan asuransi bagi industri ini.

​Penjaminan & Dana Pensiun: Tumbuh masing-masing 58,77% dan 8,40%.

​Tantangan: Sektor asuransi mengalami penurunan premi sebesar -22,99%, sementara modal ventura terkontraksi -16,72%.

​4. Masifkan Edukasi: Sasar 1,8 Juta Peserta

​Sepanjang tahun 2025, OJK tidak hanya fokus pada angka, tapi juga proteksi dan edukasi. Sebanyak 1.896 kegiatan edukasi telah digelar, menjangkau lebih dari 1,8 juta peserta di 30 kabupaten/kota di Sulsel dan Sulbar.

​Dari sisi perlindungan konsumen, OJK telah menangani 823 layanan pengaduan, dengan mayoritas terkait sektor perbankan dan fintech. Selain itu, permintaan layanan informasi debitur (SLIK) tetap tinggi dengan total 28.554 layanan sepanjang tahun.

​Analisis Singkat dari OJK Sulselbar menegaskan, kondisi Sulampua menunjukkan optimisme di sektor riil. Meskipun ada kontraksi di sektor asuransi dan kredit modal kerja, tingginya angka LDR dan lonjakan investor saham menandakan ekosistem keuangan di Timur Indonesia semakin inklusif dan progresif. (*)

Comment