Bro Rivai Siap Bedah Konsep Baituna dan Jannatuna Dalam Pidato Kebangsaan di Pengukuhan IAPIM

ads
ads

MENITNEWS.COM, ​MAKASSAR — Momentum bersejarah bagi keluarga besar Ikatan Alumni Pesantren IMMIM (IAPIM), akan segera bergulir. Laksda TNI Dr. Ir. Abdul Rivai Ras, M.M., M.S., M.Si., IPU., ASEAN Eng.—atau yang akrab disapa Bro Rivai—telah dikonfirmasi akan hadir untuk menyampaikan Pidato Kebangsaan (Pidato Wawasan Kebangsaan) di hadapan ratusan alumni dan tokoh penting lainnya.

Bertempat di Balai Prajurit Manunggal, Makassar, Pengurus Pusat IAPIM masa bakti 2025-2030 dijadwalkan akan dikukuhkan secara resmi pada Jumat malam ini, 16 Januari 2026.

​Acara ini tidak hanya sekadar seremonial organisasi, namun juga menjadi panggung bagi pemikiran strategis tentang masa depan Bangsa.

​Sinergi Alumni Untuk Indonesia Masa Depan

​Berdasarkan surat resmi yang diterbitkan Pengurus Pusat IAPIM, kehadiran Bro Rivai diharapkan mampu memberikan suntikan semangat dan cakrawala baru bagi para pengurus yang baru dilantik.

Sebagai sosok yang memiliki latar belakang militer kuat dan akademisi yang mumpuni, orasi Bro Rivai dinilai sangat relevan dengan semangat “Kekhalifaan di Muka Bumi” yang diusung oleh pesantren IMMIM.

​”Kami memohon perkenan Saudara Abdul Rivai Ras untuk mengisi Pidato Wawasan Kebangsaan guna memberikan penguatan nilai-nilai nasionalisme di sela acara pengukuhan ini,” kata Koordinator Presidium, Armin Mustamin Toputiri.

​Selain pidato kebangsaan, rangkaian acara akan dikemas secara menarik dan edukatif, di antaranya:

​Pemutaran Film Dokumenter: Menampilkan kilas balik perjalanan IMMIM, Pesantren IMMIM, dan sejarah IAPIM.

​Penampilan Budaya: Acara akan dipandu oleh kelompok sandiwara ternama, Petta Puang, yang menjamin suasana hangat namun tetap sakral.

​Kehadiran Tokoh Presidium: Sejumlah Tokoh Intelektual dan praktisi seperti Dr. Muhammad Aswad, Dr. KH. Masrur Makmur Lantanro, Prof. Dr. Hj. Sukmawati, dan Dr. H. Andi Akram turut memperkuat barisan Presidium IAPIM periode ini.

​​Pengukuhan ini bukan sekadar pergantian pengurus, melainkan simbol integrasi antara nilai-nilai keagamaan (pesantren) dengan nilai kebangsaan.

Kehadiran Bro Rivai sebagai pembicara utama menandakan bahwa, IAPIM ingin alumni-alumninya tidak hanya berkontribusi di sektor religi, tetapi juga menjadi pilar pertahanan nasional dan penggerak intelektual di level global.

​Acara yang dijadwalkan mulai pukul 19.30 WITA ini diprediksi akan menjadi salah satu ajang silaturahmi tokoh-tokoh berpengaruh asal Sulawesi Selatan di awal tahun 2026.

​Acara ini akan menjadi panggung intelektual bagi Laksda TNI Dr. Ir. Abdul Rivai Ras (Bro Rivai) untuk menyampaikan orasi mendalam bertajuk:

​”Mencerna Kepribadian dan Watak Kebangsaan dalam Rangka Mewujudkan Indonesia sebagai Baituna dan Jannatuna bagi Setiap Anak Bangsa”.

​Substansi Pemikiran: Pesantren Sebagai Mata Air Peradaban

​Dalam naskah pidatonya, Bro Rivai menekankan bahwa IAPIM adalah jembatan antara nilai pesantren dan masa depan Bangsa.

Bro Rivai yang merupakan Alumni Pondok Pesantren IMMIM, membawa pesan kuat bahwa Indonesia bukanlah “proyek dadakan”, melainkan hasil proses panjang peradaban yang dirajut oleh nilai-nilai Islam yang masuk melalui akhlak dan keteladanan.

​Beberapa poin krusial yang akan dibedah oleh Bro Rivai meliputi:

​Metafora “Baituna” (Rumah Kita): Indonesia harus menjadi rumah yang aman, bersih, dan inklusif di mana setiap anak bangsa merasa diterima dan memiliki masa depan.

​Visi “Jannatuna” (Surga Kita): Mewujudkan negeri yang adil dan makmur, di mana kekayaan alam dikelola sebagai amanah Ilahi untuk diwariskan, bukan dieksploitasi tanpa batas.

​Peran Santri Masa Depan: Santri tidak boleh terjebak nostalgia masa lalu, melainkan harus menjadi “benteng moral” di tengah badai disrupsi zaman, menguasai teknologi, namun tetap rendah hati saat kekuasaan mendekat.

​Menghadapi Tantangan Global

​Bro Rivai juga akan menyoroti tantangan dunia yang sedang bergejolak, mulai dari ketegangan geopolitik hingga krisis iklim.

Menurutnya, pesantren memiliki peran strategis untuk mencetak generasi yang kuat secara intelektual dan adaptif terhadap perubahan, namun tetap memiliki “akar nilai” yang kokoh.

​Acara yang dipandu oleh kelompok sandiwara Petta Puang ini akan dimulai pukul 19.30 WITA. Selain pidato kebangsaan Bro Rivai, para undangan akan disuguhkan pemutaran film dokumenter mengenai perjalanan sejarah IMMIM dan IAPIM sebagai bagian dari penguatan identitas alumni. (*)

Comment