Upayakan Perdamaian, Insanul Fahmi Temui Keluarga Wardatina Mawa dan Akui Pernikahan Siri

(Foto: Instagram/@wardatinamawa)

ads
ads

JAKARTA, MENITNEWS.COM – Harapan Insanul Fahmi untuk menjalin komunikasi kembali dengan istrinya, Wardatina Mawa, mulai menemui titik terang. Didampingi kuasa hukumnya, Tommy Tri Yunanto, Insanul akhirnya bertemu dengan Mawa dan keluarganya di kawasan Tomang, Jakarta Barat, pada Kamis (15/1/2026).

Pertemuan yang berlangsung pukul 10.30 WIB tersebut menjadi momen emosional bagi Insanul. “Alhamdulillah, Insan akhirnya bisa melepas rindu dengan anak yang sudah lama tidak ditemuinya,” ujar Tommy kepada media.

Permintaan Maaf yang Tulus

Selain melepas rindu, pertemuan ini merupakan langkah awal (pendahuluan) dari upaya damai yang diajukan pihak Insanul. Dalam kesempatan tersebut, Insanul secara khusus duduk bersama keluarga besar Mawa untuk menyampaikan permohonan maaf secara langsung.

Meski pihak keluarga Mawa, terutama kakak-kakaknya, belum memberikan pernyataan resmi, Tommy melihat adanya sinyal positif. “Setidaknya hubungan mereka sudah mendingin dan tidak lagi berseteru seperti sebelumnya,” tambahnya.

Dua Syarat Mutlak dari Wardatina Mawa

Meski pintu maaf mulai terbuka, Wardatina Mawa mengajukan dua syarat tegas yang harus dipenuhi oleh Insanul Fahmi jika ingin berdamai:

  1. Permohonan Maaf Terbuka: Insanul wajib meminta maaf di hadapan publik melalui media sebagai bentuk penyesalan tulus atas konflik yang terjadi.

  2. Transparansi Pernikahan Siri: Insanul harus membeberkan bukti dan detail terkait pernikahan sirinya dengan Inara Rusli yang dilakukan pada 7 Agustus 2025 lalu.

Langkah Selanjutnya

Menanggapi syarat tersebut, pihak Insanul berencana melakukan pertemuan lanjutan pada Senin atau Selasa pekan depan. Agenda utamanya adalah memaparkan fakta secara detail mengenai pernikahan siri tersebut, termasuk identitas ustaz yang menikahkan serta bukti pendukung lainnya.

Langkah transparan ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi Wardatina Mawa untuk mengambil keputusan final terkait masa depan rumah tangga mereka: bertahan dengan konsekuensi poligami, atau menyelesaikannya melalui perceraian. (*)

Comment