Bangkitkan Emas Hitam, Fatmawati Rusdi Siap Kembalikan Kejayaan Rempah Sulawesi Selatan

ads
ads

Wakil Gubernur Sulsel Fatmawati Rusdi berkomitmen mengembalikan kejayaan rempah Sulawesi Selatan melalui kolaborasi strategis bersama Dewan Rempah Indonesia (DRKI).

MENITNEWS.COM, ​MAKASSAR — Sulawesi Selatan (Sulsel) bersiap merebut kembali posisinya sebagai episentrum rempah dunia. Wakil Gubernur Sulsel, Fatmawati Rusdi, secara tegas menyatakan komitmennya untuk menghidupkan kembali sektor rempah yang menjadi akar sejarah kemakmuran nusantara.

​Hal tersebut ditegaskan Fatmawati saat menerima kunjungan Pengurus Wilayah Dewan Rempah Kejayaan Indonesia (DRKI) Sulawesi Selatan di Makassar, Selasa (20/1/2026).

Menurutnya, potensi rempah Sulsel seperti lada, cengkeh, kayu manis, hingga nilam adalah aset yang tidak boleh dipandang sebelah mata.

​”Indonesia pernah berjaya karena rempah-rempahnya, dan Sulawesi Selatan memiliki potensi yang luar biasa. Kita tidak boleh melupakan komoditas ini. Justru inilah yang harus kita kembalikan kejayaannya,” ujar Fatmawati Rusdi dengan optimis.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Fatmawati dijadwalkan hadir langsung dalam pelantikan Pengurus Wilayah DRKI Sulsel pada Kamis, 5 Februari 2026 mendatang.

Kehadiran pemerintah diharapkan menjadi angin segar bagi ekosistem pertanian rempah di wilayah ini.

​Ketua Wilayah DRKI Sulsel, Dr. Hj. Andi Nurhidayati Zainuddin, M.Si, menegaskan bahwa setelah pelantikan, pihaknya akan langsung melakukan gerakan “Gasspol” di lapangan.

​”Kami tidak ingin hanya sekadar organisasi di atas kertas. Kami akan hadir, mendampingi, dan berjuang bersama para petani untuk menguatkan potensi rempah Sulsel agar kembali menjadi komoditas unggulan dunia,” tegas Nurhidayati.

Rempah Sebagai Pilar Pangan Strategis

​Lebih lanjut, Wagub Sulsel, Fatmawati Rusdi, menekankan pentingnya menyelaraskan pengembangan rempah dengan komoditas pangan utama lainnya.

Menurut Fatmawati Rusdi, Sulsel harus dikenal sebagai daerah yang komprehensif secara agraris.

​”Sulawesi Selatan bukan hanya ladang pangan seperti beras dan jagung, tetapi juga ladang rempah yang bernilai ekonomi tinggi. Keduanya harus jalan beriringan,” tambahnya.

​Sekretaris Wilayah DRKI Sulsel, Arif Ardiansyah, membocorkan bahwa momentum pelantikan pengurus pada Februari mendatang akan menjadi panggung besar bagi kebangkitan rempah lokal. Agenda tersebut akan dirangkaikan dengan:

​Seminar Nasional Kejayaan Rempah: Menghadirkan pakar untuk membahas peluang ekspor.

​Pameran Rempah: Menampilkan produk-produk rempah unggulan dari berbagai daerah di Sulsel.

​”Ini adalah bentuk komitmen kolektif kami untuk mendorong kebangkitan rempah Indonesia, dimulai dari tanah Sulawesi Selatan,” tutup Arif.

​Revitalisasi sektor rempah bukan hanya soal sejarah, melainkan peluang ekonomi baru bagi petani lokal.

Dengan pendampingan dari Dewan Rempah dan dukungan penuh Wagub Fatmawati Rusdi, komoditas seperti Lada dan Cengkeh diharapkan mampu menembus pasar internasional dengan nilai tawar yang lebih kompetitif. (*)

Comment