Tim SAR Gabungan, termasuk ahli vertical rescue BPBD Makassar, berhasil temukan bangkai pesawat dan korban pertama di tebing ekstrem Gunung Bulusaraung.
MENITNEWS.COM, PANGKEP — Di tengah medan terjal dan topografi ekstrem pegunungan Bulusaraung, Tim SAR gabungan termasuk BPBD Makassar, berhasil mencatatkan progres signifikan.
Sebanyak 10 personel yang tergabung dalam tim first in (pendahulu) menjadi kelompok pertama yang berhasil mencapai titik koordinat bangkai pesawat dan menemukan korban pertama dalam operasi kemanusiaan ini.
Perjuangan Jalur Darat Tanpa Helikopter
Berbeda dengan evakuasi lanjutan, operasi awal ini dilakukan murni melalui jalur darat. Tanpa dukungan helikopter di tahap awal, tim harus berjibaku menembus hutan lebat dan mendaki tebing-tebing curam yang berisiko tinggi.
Keberhasilan ini tidak lepas dari komposisi tim yang tangguh, di antaranya melibatkan 2 personel ahli dari BPBD Kota Makassar.
Keduanya dibekali keahlian khusus vertical rescue, yang terbukti krusial dalam menaklukkan kemiringan ekstrem pegunungan Bulusaraung.
Peran Strategis Ahli Vertical Rescue
Personel BPBD Makassar memegang peranan vital dalam asesmen awal di lokasi kejadian. Tugas mereka meliputi:
Penerapan Teknik Rope Rescue: Mengamankan jalur di tebing curam agar tim lain dapat bergerak aman.
Asesmen Lokasi: Tim BPBD Makassar melakukan pemetaan area jatuhnya pesawat untuk menentukan strategi evakuasi.
Penemuan Korban: Tim BPBD Makassar memastikan kondisi korban pertama yang ditemukan sebagai dasar laporan operasi lanjutan.
”Keberhasilan tim awal ini menjadi fondasi penting bagi strategi operasional kami selanjutnya. Penemuan titik pasti bangkai pesawat dan korban pertama memungkinkan kami bergerak lebih cepat dan terukur,” jelas Kepala Pelaksana BPBD Makassar, Dr. H.M. Fadli Tahar, Selasa (20/1/2026).
Setelah berhasil menandai lokasi dan menyelesaikan tugas awal, tim first in akhirnya dievakuasi dari lokasi menggunakan helikopter milik TNI Angkatan Udara.
Namun, tugas belum usai. Pada fase berikutnya, 10 personel tim gabungan—termasuk para ahli dari BPBD Makassar—akan kembali diterbangkan menuju titik nol menggunakan helikopter TNI AU.
Fokus utama mereka adalah melanjutkan proses evakuasi pada sektor-sektor sulit yang membutuhkan keahlian penyelamatan vertikal.
Keterlibatan aktif BPBD Kota Makassar dalam misi berisiko tinggi ini menegaskan kesiapsiagaan mereka dalam menghadapi bencana di medan seberat apa pun.
Hingga saat ini, operasi SAR termasuk BPBD Makassar terus berlanjut dengan koordinasi ketat, mengutamakan keselamatan personel di tengah kondisi alam yang tidak menentu. (*)
Comment