MENITNEWS.COM, MAKASSAR — Upaya memperluas jangkauan pasar produk lokal hasil karya UMKM Makassar, terus digenjot Pemerintah Kota Makassar.
Melalui Dinas Koperasi dan UKM (Diskop UKM) Kota Makassar, langkah nyata kini diambil dengan membangun jejaring strategis bersama dua raksasa ritel, Indomaret dan Browcyl.
Langkah kolaboratif ini bertujuan memberikan panggung yang lebih luas bagi pelaku usaha kecil untuk naik kelas dan menjangkau konsumen yang lebih masif.
Sekretaris Diskop UKM Makassar, Andi Indrawaty BR, bersama Kepala Bidang UKM, Andi Tenri Beda, menggelar pertemuan khusus dengan perwakilan manajemen Indomaret dan Browcyl guna membahas teknis distribusi produk binaan.
Perwakilan Indomaret, Mirsal, mengungkapkan bahwa potensi pasar di Makassar sangat besar. Saat ini, Indomaret memiliki infrastruktur yang sangat siap untuk mendukung program ini.
”Saat ini ada 230 gerai Indomaret di Makassar. Di beberapa gerai, kami bahkan sudah menyediakan rak khusus yang didedikasikan sepenuhnya untuk produk UMKM Makassar,” ujar Mirsal.

Sinergi Inkubator UMKM dan Sektor Swasta
Andi Indrawaty memberikan apresiasi tinggi kepada Tim Teknis Inkubator UMKM Makassar yang menjadi motor penggerak pertemuan ini.
Menurutnya, peran inkubator UMKM Makassar sangat vital dalam menjembatani kepentingan pemerintah dengan pihak swasta.
”Kami sangat mengapresiasi Inkubator UMKM yang menjadi perpanjangan tangan Pemerintah Kota Makassar. Inilah bentuk nyata dukungan kami dalam membantu pemasaran produk-produk binaan agar tidak hanya jago kandang, tapi mampu bersaing di rak ritel modern,” tegas Andi Indrawaty.
Kerja sama ini bukan sekadar seremoni, melainkan implementasi dari Peraturan Daerah (Perda) Nomor 15 Tahun 2009 Pasal 9 Ayat 2b, yang mewajibkan toko modern untuk memasarkan produk hasil UMKM melalui etalase atau outlet mereka.
Pertemuan ini diharapkan segera berlanjut ke tahap penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) sebagai bentuk komitmen hitam di atas putih untuk mendukung pertumbuhan ekonomi kerakyatan di Kota Daeng.
Poin Utama Kerja Sama yakni Akses Pasar: Pemanfaatan lebih dari 230 titik gerai ritel di Makassar.
Rak Khusus: Penyediaan etalase khusus agar produk UMKM lebih menonjol (eye-catching).
Pendampingan: Kurasi produk melalui Inkubator UMKM Makassar, agar sesuai standar ritel modern. (*)
Comment