Misi Kemanusiaan: Damkarmat Makassar Perkuat Tim SAR Gabungan di Pegunungan Bulusaraung

ads
ads

MAKASSAR, MENITNEWS.COM Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Makassar terus membuktikan komitmen dan dedikasinya dalam misi kemanusiaan.

Hingga memasuki hari keenam operasi Search and Rescue (SAR), sebanyak 16 personel ahli Damkarmat Makassar masih berjibaku di medan ekstrem untuk mencari dan mengevakuasi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500.

​Pesawat tersebut dilaporkan jatuh di kawasan Pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Lokasi yang berada di dataran tinggi dengan kemiringan terjal menjadi tantangan utama bagi tim di lapangan.

​Strategi Empat Unit SRU di Medan Terjal

​Untuk memaksimalkan pencarian, ke-16 personel tersebut disebar ke dalam empat Search and Rescue Unit (SRU). Pembagian ini bertujuan untuk menyisir setiap titik koordinat yang dianggap krusial di wilayah pegunungan yang luas tersebut.

​H. Ismail, Kabid Operasi Damkarmat Makassar, menegaskan bahwa keterlibatan instansinya adalah bentuk sinergi nyata antarlembaga dalam menangani kondisi darurat.

​”Kami siap mendukung penuh hingga seluruh rangkaian operasi SAR dinyatakan selesai. Seluruh personel tetap fokus dan maksimal meski dihadapkan pada cuaca yang tidak menentu,” ujar H. Ismail, Kamis (22/1/2026).

Personel Pilihan dengan Keahlian Khusus

​Bukan sekadar petugas biasa, personel yang diterjunkan ke Pegunungan Bulusaraung merupakan individu pilihan yang memiliki spesialisasi tinggi. Mereka telah dibekali berbagai pelatihan teknis, antara lain:

  • Teknik Pencarian di Hutan dan Gunung.
  • Evakuasi di Lokasi Sulit Terjangkau (Vertical Rescue).
  • ​Penanganan Kondisi Darurat Medis di Lapangan.

Keahlian ini sangat dibutuhkan mengingat kondisi geografis Bulusaraung yang dikenal memiliki jurang yang dalam serta vegetasi yang rapat, ditambah lagi dengan faktor cuaca ekstrem yang sering berubah sewaktu-waktu.

​Sinergi Lintas Unsur

​Operasi SAR ini merupakan kerja besar yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari Basarnas, TNI, Polri, hingga relawan daerah. Kombinasi kekuatan dari jalur darat maupun pantauan udara terus dikerahkan guna mempercepat proses evakuasi seluruh korban pesawat ATR 42-500 tersebut.

​Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan masih terus melakukan upaya terbaik di lapangan. Dukungan doa dari masyarakat terus mengalir bagi keselamatan para petugas dan kelancaran proses evakuasi di Pangkep.(*)

Comment