MAKASSAR, MENITNEWS.COM — Bagi masyarakat Bugis, kuliner bukan sekadar pengganjal perut. Setiap hidangan merupakan bagian dari adat istiadat yang menyimpan nilai filosofis mendalam—mulai dari bahan baku, bentuk, hingga cara penyajiannya.
Dalam setiap ritual syukuran atau acara adat, kehadiran kue-kue tradisional adalah sebuah keharusan. Di balik manisnya sajian tersebut, terselip doa dan harapan yang disimbolkan melalui setiap gigitan.
Mengenal Putu Pesse, Camilan Favorit B.J. Habibie
Salah satu kue yang ikonik adalah Putu Pesse. Nama “Pesse” berasal dari bahasa Bugis yang berarti “tekan”, merujuk pada proses pembuatannya yang ditekan-tekan dalam cetakan. Menariknya, kue sederhana ini konon merupakan camilan favorit Presiden ke-3 RI, B.J. Habibie.
Simbolisme di Balik Tiga Bahan Utama
Putu Pesse hanya menggunakan tiga bahan utama yang sangat akrab dalam tradisi kuliner Bugis. Masing-masing bahan memiliki makna simbolis:
-
Gula Merah: Menyimbolkan rasa suka atau kebahagiaan.
-
Tepung Beras: Melambangkan kekuatan.
-
Kelapa: Menyimbolkan kenikmatan hidup.
Proses Pembuatan yang Sederhana
Meski sarat makna, cara pembuatannya tergolong praktis:
-
Campurkan tepung beras (biasa atau ketan), parutan kelapa, dan gula merah.
-
Uleni adonan hingga menyatu.
-
Masukkan ke dalam cetakan, lalu tekan-tekan hingga padat dan terbentuk sempurna.
-
Keluarkan dari cetakan, dan Putu Pesse siap dihidangkan.
Kudapan ini sangat cocok dinikmati bersama segelas teh atau kopi hangat di sore hari. (*)
Comment