Tragedi Pesawat ATR 42-500: Korban Ketiga Ditemukan di Tebing Curam Bulusaraung

ads
ads

​MENITNEWS.COM, MAROS — Operasi kemanusiaan pencarian Pesawat ATR 42-500 rute Yogyakarta–Makassar membuahkan hasil di hari kelima.

Tim SAR gabungan dilaporkan berhasil menemukan korban ketiga di tengah medan ekstrem Pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, pada Rabu (21/1/2026).

​Kepala Basarnas RI, Marsekal Madya TNI (Purn) Mohammad Syafii, mengonfirmasi penemuan tersebut.

Namun, kondisi medan yang berat dan dampak kecelakaan yang fatal membuat temuan kali ini tidak dalam kondisi utuh.

​”Berdasarkan informasi yang saya terima, temuan korban ketiga ini berupa body part (bagian tubuh),” ujar Syafii saat memberikan keterangan di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.

​Proses evakuasi kali ini menjadi tantangan berat bagi para rescuer. Lokasi penemuan berada di antara Sektor 1 dan Sektor 4, sebuah kawasan yang didominasi oleh tebing vertikal dan jurang sedalam lebih dari 1.000 meter.

​Pihak Basarnas mengupayakan evakuasi jalur udara menggunakan helikopter, agar jenazah korban Pesawat ATR 42-500 bisa segera dibawa ke titik identifikasi.

​”Kami mengharapkan bisa menggeser temuan korban Pesawat ATR 42-500 tersebut ke titik evakuasi yang sama seperti pagi tadi, karena itu jalur tercepat. Saat ini seluruh tim fokus pada area tebing dan jurang,” ujar Syafii.

​Hingga hari kelima operasi, berikut adalah rangkuman progres evakuasi: total Korban ditemukan tiga orang.

​Status Identifikasi: * 1 korban sudah diserahkan ke keluarga via Tim DVI. Satu korban dalam proses identifikasi. Satu korban (baru ditemukan) sedang dalam proses evakuasi.

​Area Prioritas: Penyisiran intensif terus dilakukan di Sektor 2 dan Sektor 3.

​Pihak Basarnas mengimbau masyarakat, untuk terus memberikan dukungan moral bagi para petugas yang bertaruh nyawa di lapangan.

Faktor cuaca di wilayah pegunungan Sulawesi Selatan, menjadi kunci utama kelancaran operasi di hari-hari mendatang.

​“Kami mohon doa agar seluruh korban lainnya Pesawat ATR 42-500 dapat segera ditemukan, dan proses evakuasi berjalan lancar tanpa kendala cuaca,” tutup Kepala Basarnas. (*)

Comment