MAKASSAR, MENITNEWS.COM – Di tengah gempuran tren makanan modern, kuliner tradisional seperti Lammang—atau yang lebih akrab disapa Lamma oleh masyarakat Bugis-Makassar—tetap memiliki tempat istimewa di hati para penikmatnya.
Keaslian Aroma di Dalam Bambu
Rahasia kelezatan Lammang terletak pada kesederhanaan dan prosesnya yang masih sangat tradisional. Lammang dibuat dari beras ketan (baik jenis putih maupun hitam) yang dimasukkan ke dalam ruas bambu yang telah dilapisi daun pisang.
Proses memasaknya pun membutuhkan kesabaran. Pembakaran menggunakan kayu api dalam waktu yang cukup lama memberikan aroma asap (smoky) yang khas serta menghasilkan tekstur ketan yang sangat lembut dan pulen.
Sajian yang Kian Langka
Mencari penjual Lammang yang benar-benar autentik di tengah hiruk-pikuk Kota Makassar ternyata bukan perkara mudah. Menurut Alfy penyuka Lammang, keberadaan penjual Lammang tradisional kini mulai terbatas.
“Kita mungkin hanya bisa menemui satu atau dua penjual saja di kawasan tertentu. Kebanyakan pedagang Lammang asli bisa ditemukan di daerah Gowa atau di pinggiran jalan lintas provinsi yang masih mempertahankan cara pembuatan tradisional,” ungkap Alfy.
Seni Menikmati Lamma: Telur Asin atau Kelapa Parut?
Ada berbagai cara untuk menyantap hidangan ini. Meskipun secara umum Lammang sangat serasi dipadukan dengan telur asin, alternatif lain yang tak kalah menggoda, yaitu dengan kelapa parut. Perpaduan antara rasa gurih ketan dan manis alami dari kelapa memberikan sensasi rasa yang luar biasa di lidah.
Tips Mencari Lammang Autentik
Bagi para pencinta kuliner yang ingin merasakan pengalaman makan Lammang yang sebenarnya, disarankan untuk mencari gerai-gerai di pinggir jalan yang masih menggunakan metode pembakaran bambu secara terbuka. Hal ini sangat penting untuk menjamin kualitas rasa dan aroma asli yang tidak bisa didapatkan dari cara memasak modern. (*)
Comment