MENITNEWS.COM, MAKASSAR — Sinergi kuat. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyatakan komitmen penuh dalam mendukung langkah strategis Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar.
Fokus utamanya adalah pemutakhiran data pemilih berkelanjutan, serta penguatan pendidikan demokrasi sejak dini guna menyongsong Pemilu 2029.
Dukungan tersebut ditegaskan oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, saat menerima audiensi jajaran KPU Kota Makassar di Balai Kota, Kamis (22/1/2026).
Salah satu poin menarik dalam pertemuan tersebut adalah rencana perluasan program “KPU Mengajar”.
Jika sebelumnya program pendidikan pemilih didominasi oleh segmen SMA (kewenangan Provinsi), kini KPU membidik siswa Tingkat SMP yang berada di bawah naungan Pemerintah Kota.
Ketua Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi KPU Makassar, Hambali, menjelaskan bahwa generasi pemilih Pemilu 2029 saat ini masih duduk di bangku SMP. Oleh karena itu, edukasi harus dimulai lebih awal.
”Kami juga ingin turun langsung ke tingkat kelurahan agar masyarakat semakin melek demokrasi. Kami mengapresiasi antusiasme warga saat pemilihan RT/RW lalu yang diinisiasi Pak Wali; itu adalah indikator positif kesadaran demokrasi di akar rumput,” ujar Hambali.
Selain edukasi, KPU meminta dukungan instruksi dari Wali Kota Makassar kepada jajaran Camat dan Lurah, untuk membantu proses pemutakhiran data pemilih berkelanjutan.
Kepada Wali Kota Makassar, KPU berharap kerja sama ini melibatkan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), agar data yang dihasilkan lebih akurat dan inklusif.
Menanggapi aspirasi KPU, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, meminta agar rencana ini tidak hanya berhenti di level teknis, tetapi diawali dengan kesamaan visi.
Ia mengusulkan sebuah Rapat Koordinasi (Rakor) lintas sektor sebelum memasuki bulan suci Ramadan.
”Supaya efektif, kita harus sepakati konsep besarnya dulu. Saya ingin satu kali rapat besar yang melibatkan KPU, partai politik, Disdukcapil, Camat, Lurah, hingga Dinas Pendidikan dan Kesbangpol,” tegas Munafri.
Menurut Munafri, keterlibatan semua pihak dalam satu forum akan memastikan arah dukungan yang jelas dan terpadu.
Munafri menilai sinergi ini adalah investasi jangka panjang bagi kualitas politik di Kota Makassar.
Ia berharapz dengan persiapan yang matang sejak jauh hari, partisipasi masyarakat tidak hanya meningkat secara kuantitas, tetapi juga secara kualitas.
”Ini adalah bagian dari pendewasaan demokrasi. Jika semua disiapkan sejak sekarang, maka kualitas partisipasi masyarakat ke depan akan jauh lebih baik,” tutup Wali Kota Makassar. (*)
Comment