MENITNEWS.COM, MAKASSAR — Sebuah penghormatan tinggi diberikan kepada para pejuang kemanusiaan, yang terlibat dalam Operasi SAR kecelakaan Pesawat ATR 42-500.
Bertempat di Ruang Serbaguna Kantor Basarnas Makassar, Sabtu (24/1/2026), Kepala Basarnas RI, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, memimpin langsung agenda penyampaian terima kasih kepada seluruh unsur Tim SAR Gabungan.
Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WITA ini bukan sekadar seremoni, melainkan wujud nyata apresiasi negara atas profesionalisme dan pengabdian tanpa batas yang ditunjukkan oleh ribuan personel di lapangan.

Dalam arahannya, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menegaskan bahwa, keberhasilan sebuah operasi pencarian dan pertolongan (SAR) sangat bergantung pada “kekuatan kolektif”.
Menurutnya, koordinasi yang solid antar-instansi adalah nyawa dari setiap misi penyelamatan.
“Operasi SAR adalah kerja kemanusiaan yang membutuhkan koordinasi yang solid, kecepatan bertindak, dan komitmen bersama,” ujarnya.
“Negara hadir melalui seluruh unsur SAR gabungan operasi evakuasi korban Pesawat ATR 42-500, dan hari ini kami menyampaikan terima kasih atas pengabdian tersebut,” tegas Jenderal bintang tiga tersebut.

Hadir dalam pertemuan Tim SAR Gabungan Operasi Evakuasi Pesawat ATR 42-500 tersebut berbagai pimpinan dari unsur TNI-Polri, Pemerintah Daerah, hingga komunitas relawan.
Salah satu tokoh yang hadir, Kepala BPBD Kota Makassar, Dr. H. M. Fadli Tahar, menyatakan kekagumannya terhadap etos kerja tim gabungan.
Fadli menekankan bahwa kolaborasi antara Basarnas dan BPBD telah menjadi standar emas dalam penanganan kedaruratan di wilayah Sulawesi Selatan.
“Kami di Pemerintah Kota Makassar memberikan apresiasi setinggi-tingginya. Dedikasi dan semangat kemanusiaan yang ditunjukkan Tim SAR Gabungan adalah bukti nyata bahwa sinergi lintas sektor adalah kunci utama dalam menyelamatkan jiwa manusia,” ujar Fadli Tahar.
Ia juga berkomitmen untuk terus memperkuat kesiapsiagaan BPBD Makassar dalam mendukung setiap operasi SAR di masa mendatang, guna menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi masyarakat.
Pertemuan ini diakhiri dengan suasana penuh kehangatan, menjadi simbol bahwa di balik operasi teknis yang berat, terdapat nilai kemanusiaan yang mempersatukan berbagai institusi.
Penghargaan keberhasilan evakuasi seluruh korban Pesawat ATR 42-500 ini, diharapkan menjadi pemantik semangat bagi seluruh potensi SAR di Indonesia, untuk terus meningkatkan kapasitas dan responsivitas dalam menghadapi tantangan kedaruratan nasional di masa depan. (*)
Comment