MENITNEWS.COM, MAKASSAR — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel), secara tegas menyiapkan “benteng” ekonomi yang kokoh untuk menghadapi dinamika global tahun 2026.
Melalui ajang Outlook Ekonomi 2026 Herald Indonesia, Pemprov Sulsel memaparkan visi besar dalam memperkuat posisi sebagai lokomotif ekonomi utama di Kawasan Timur Indonesia (KTI).
Mewakili Kepala Diskominfo-SP Sulsel, Sekretaris Dinas Sultan Rakib menekankan bahwa meskipun ketidakpastian global masih membayangi, peluang di sektor ekonomi kreatif dan digital justru terbuka lebar untuk dimanfaatkan.
Fokus Utama: Pembangunan Multiyears dan Pemerataan
Pemerintah daerah saat ini tidak hanya fokus pada pertumbuhan angka, tetapi juga kualitas pemerataan.
Sultan Rakib menjelaskan bahwa sejumlah proyek strategis sedang dijalankan dengan skema tahun jamak (multiyears) yang mencakup:
Infrastruktur Jalan & Jembatan: Prioritas pada jalur dengan lalu lintas harian rata-rata (LHR) tinggi dan wilayah yang sebelumnya terisolasi.
Konektivitas Logistik: Integrasi jalan raya dengan pelabuhan dan bandara guna memperlancar arus barang dan jasa antarwilayah serta kawasan industri.
Fasilitas Kesehatan: Pemprov Sulsel membangun Rumah Sakit Regional di Tingkat Provinsi untuk menjamin akses kesehatan yang setara.
Swasembada Pangan Melalui Irigasi Modern
Di bawah kepemimpinan Gubernur Andi Sudirman Sulaiman, sektor pertanian tetap menjadi tulang punggung. Pemprov Sulsel menargetkan pembangunan jaringan irigasi baru seluas 54.000 hektare.
”Program ini adalah langkah nyata mendukung kemandirian pangan nasional. Kami ingin memastikan petani memiliki akses air yang teknis dan stabil guna meningkatkan produktivitas hasil bumi kita,” ujar Sultan Rakib di Hotel Claro, Makassar, Jumat malam (23/1/2026).
Kolaborasi Strategis di Forum Outlook Ekonomi
Kegiatan yang bertajuk “Membaca Arah Ekonomi Daerah dan Nasional 2026” ini diapresiasi tinggi oleh pemerintah sebagai wadah edukasi dan kontrol sosial.
Forum ini menghadirkan panelis kompeten yang memberikan perspektif dari berbagai sudut pandang.
Prof. Marsuki, DEA (Guru Besar Unhas), Analisis makroekonomi dan prediksi pasar 2026. Sulaiman Andi Loeloe (Kadin Sulsel), Peran dunia usaha dalam menjaga stabilitas pasar. Ainun Jariah (Ketua IWAPI Sulsel), Pemberdayaan perempuan pengusaha di era digital.
Selain diskusi mendalam, acara ini juga dirangkaikan dengan Herald Award 2026. Penghargaan ini diberikan kepada tokoh, institusi, dan pelaku usaha yang dinilai memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
”Semoga penghargaan ini menjadi pemantik semangat bagi semua pihak untuk terus berkarya di tengah tantangan ekonomi mendatang,” tutup Sultan Rakib.
Dengan sinergi antara pembangunan infrastruktur fisik dan penguatan ekosistem digital, Pemprov Sulsel optimistis mampu menjadi jangkar stabilitas ekonomi nasional di tahun 2026. (*)
Comment