Stres Saat Hamil Ternyata Pengaruhi Kecepatan Tumbuh Gigi Bayi

Ilustrasi Ibu Hamil (Sumber: HaiBunda/Getty Images/iStockphoto/PonyWang)

ads
ads

JAKARTA, MENITNEWS.COM – Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa kondisi psikologis ibu selama masa kehamilan memiliki dampak fisik yang nyata pada bayi, salah satunya adalah kecepatan pertumbuhan gigi susu.

Temuan Utama: Kaitan Hormon Kortisol dan Gigi Bayi

Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Frontiers in Oral Health (2025) menunjukkan bahwa bayi yang lahir dari ibu dengan kadar hormon kortisol tinggi saat hamil cenderung mengalami pertumbuhan gigi lebih cepat.

  • Apa itu Kortisol? Hormon yang diproduksi tubuh sebagai respons terhadap stres.

  • Hasil Studi: Bayi dari ibu dengan kadar kortisol tertinggi rata-rata memiliki 4 gigi lebih banyak pada usia 6 bulan dibandingkan bayi dari ibu dengan kadar kortisol rendah.

“Kadar kortisol yang tinggi pada akhir kehamilan dikaitkan dengan erupsi gigi susu yang lebih dini,” jelas Dr. Ying Meng, profesor madya di University of Rochester.


Metodologi Penelitian

Peneliti memantau 142 ibu di Amerika Serikat dalam rentang waktu 2017 hingga 2022 dengan prosedur sebagai berikut:

  1. Sampel Air Liur: Diambil pada trimester kedua dan ketiga untuk mengukur hormon (kortisol, estradiol, progesteron, dll).

  2. Pemantauan Bayi: Bayi diperiksa secara berkala oleh dokter gigi pada usia 1, 2, 4, 6, 12, 18, dan 24 bulan.

Data Pertumbuhan Gigi:

  • Usia 6 & 12 bulan: Mayoritas bayi mulai memiliki 1 hingga 12 gigi.

  • Usia 18 bulan: Semua anak sudah memiliki antara 3 hingga 20 gigi.

  • Usia 24 bulan: 25% anak sudah memiliki set lengkap (20 gigi susu).


Mengapa Stres Mempercepat Tumbuh Gigi?

Menurut Dr. Meng, ada beberapa alasan biologis mengapa hal ini terjadi:

  • Perubahan Metabolisme: Kortisol tinggi dapat mengubah metabolisme mineral janin, termasuk pengaturan kalsium dan vitamin D yang krusial bagi tulang dan gigi.

  • Aktivitas Sel: Hormon stres memengaruhi sel osteoblas dan osteoklas yang bertanggung jawab membentuk dan memodifikasi jaringan tulang.

  • Penuaan Biologis: Pertumbuhan gigi yang terlalu dini dianggap sebagai tanda “percepatan penuaan biologis” akibat stres prenatal.

Selain kortisol, hormon lain seperti estradiol dan testosteron juga ditemukan memiliki pengaruh, meski hubungannya tidak sekuat kortisol.


Faktor Lain yang Memengaruhi Gigi Susu

Meski stres berperan penting, perlu diingat bahwa pertumbuhan 20 gigi susu juga dipengaruhi oleh:

  1. Genetik (faktor keturunan).

  2. Geografi dan lingkungan tempat tinggal.

  3. Status Gizi bayi secara keseluruhan.

  4. Kesehatan Umum ibu dan anak.

Kesimpulan

Pertumbuhan gigi yang terlalu cepat bisa menjadi “tanda peringatan dini” bagi perkembangan kesehatan mulut dan tubuh bayi secara umum. Penelitian ini menekankan pentingnya bagi ibu hamil untuk mengelola stres demi kesehatan jangka panjang sang buah hati. (*)

Comment