Tren Menikah di KUA: Pasangan di Jakarta Barat Buktikan Tampil Elegan dengan Busana Desainer Tetap Hemat

Pasangan inimemilih menikah secara sederhana di Kantor Urusan Agama (KUA) Pusaka, Kebon Jeruk, Jakarta Barat menjadi perbincangan hangat warganet. (Sumber: Jawapos/TikTok @telordiceplok91)

ads
ads

JAKARTA, MENITNEWS.COM – Sebuah kisah inspiratif mengenai pernikahan sederhana namun berkelas mendadak viral di media sosial. Pasangan asal Jakarta Barat, Nurul Kamila Aswan (35) dan Yasser (36), membuktikan bahwa momen sakral pernikahan tetap bisa memancarkan estetika tinggi meski digelar secara sederhana di Kantor Urusan Agama (KUA).

Pernikahan yang berlangsung di KUA Pusaka, Kebon Jeruk tersebut menjadi perbincangan hangat setelah diunggah melalui akun TikTok @telordiceplok91 pada Kamis (22/1/2026). Hingga saat ini, video tersebut telah ditonton lebih dari satu juta kali.

Sentuhan “High-End” di Ruang Sederhana

Yang menarik perhatian warganet bukanlah dekorasi mewah, melainkan penampilan mempelai yang tampak elegan. Nurul memilih mengenakan kebaya modern karya desainer kenamaan Indonesia, Sapto Djojokartiko. Meski busana tersebut berstatus ready-to-rent (sewa), aura mewah tetap terpancar kuat di tengah kesederhanaan ruang KUA.

“Ada kalanya kebahagiaan tidak harus dibungkus gemerlap pesta puluhan atau ratusan juta rupiah,” tulis narasi dalam unggahan tersebut.

Keputusan Finansial yang Bijak

Nurul mengungkapkan bahwa pilihan menikah di KUA merupakan keputusan sadar antara dirinya dan sang suami. Fokus utama mereka adalah memulai kehidupan baru dengan landasan finansial yang sehat, tanpa terbebani biaya seremonial yang berlebihan.

Bagi pasangan ini, durasi acara yang panjang bukanlah tolok ukur kesakralan sebuah janji suci. Prinsip ini pun menuai pujian dari warganet yang mulai melirik konsep pernikahan intimate sebagai alternatif yang lebih masuk akal di masa kini.

Rincian Biaya: Di Bawah Rp50 Juta

Secara transparan, Nurul membagikan gambaran biaya yang dikeluarkan. Total pengeluaran untuk seluruh rangkaian acara tercatat tidak sampai Rp50 juta. Angka ini sudah mencakup beberapa kebutuhan utama, antara lain:

  • Sewa busana desainer.

  • Jasa rias wajah (makeup artist).

  • Sesi foto profesional.

  • Konsumsi dan makan bersama untuk sekitar 120 orang tamu serta keluarga.

Jumlah tersebut jauh lebih rendah dibandingkan rata-rata biaya resepsi pernikahan di gedung-gedung Jakarta yang kerap mencapai angka ratusan juta rupiah.

Pesan Moral di Balik Tren

Fenomena ini memperkuat tren “Nikah di KUA” yang tengah digemari generasi muda. Pesan kuat yang ingin disampaikan adalah bahwa inti dari sebuah pernikahan adalah ikrar dan komitmen hidup bersama.

Kisah Nurul dan Yasser menjadi pengingat bagi masyarakat modern bahwa kebahagiaan dan estetika tidak selalu berbanding lurus dengan kemewahan yang menguras tabungan. Menikah dengan cara sederhana namun tetap menjaga marwah dan keindahan adalah pilihan yang sangat mungkin dilakukan. (*)

Comment