Launching Unhas Medical Museum: Kado Spesial Dies Natalis ke-70 Fakultas Kedokteran Unhas

ads
ads

MENITNEWS.COM, MAKASSAR — Puncak perayaan Dies Natalis ke-70 Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (FK Unhas) pada Minggu (25/1/2026) menjadi momen bersejarah.

Bukan sekadar seremoni, ribuan alumni yang memadati area kampus menjadi saksi peresmian Unhas Medical Museum, sebuah wahana napak tilas perjalanan medis pertama di Indonesia Timur.

​Berlokasi di Lantai 2 Gedung FK Unhas, museum ini bukan sekadar ruangan berisi arsip berdebu. Ia adalah “mesin waktu” yang merangkum heroisme para pendiri, evolusi ilmu kedokteran, hingga visi masa depan Unhas.

​Menelusuri Akar: Dari Rawa Baraya Hingga Tamalanrea

​Sejarah FK Unhas adalah cerita tentang kegigihan masyarakat Makassar. Sebelum Unhas berdiri secara resmi, keinginan memiliki sekolah kedokteran sudah membuncah sejak 1953 melalui “Gentlement Agreement” dengan Yayasan Balai Perguruan Tinggi Sawerigading.

​Dalam koleksi museum, pengunjung dapat melihat catatan bagaimana Gubernur Sulawesi saat itu, Andi Pangerang Pettarani, dan Walikota Ahmad Dara Syahruddin mengambil langkah berani:

​Dana Hibah: Mengucurkan Rp1,5 juta (angka yang sangat besar di masanya).

​Lahan Strategis: Membebaskan 50 hektar lahan rawa di Baraya.

​Arsitektur Ikonik: Gedung yang dirancang khusus oleh arsitek Belanda, Ir. J. Th. Dhroof.

​Pertama di Unhas: Lebih dari Sekadar Galeri Sejarah

​Rektor Unhas, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc (Prof JJ), memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif ini.

Menurutnya, Fakultas Kedokteran Unhas adalah pilar penting karena usianya bahkan lebih tua dari Universitas itu sendiri (didirikan 28 Januari 1956).

​”Untuk memahami Unhas hari ini, kita tidak dapat melepaskan sejarah perjalanannya. Fakultas Kedokteran Unhas menyimpan catatan berharga karena fakultas ini sudah ada sebelum Unhas resmi berdiri,” ujar Prof JJ saat meresmikan museum.

​Dekan FK Unhas, Prof. Haerani Rasyid, mengungkapkan bahwa pembangunan museum ini terinspirasi dari universitas-universitas ternama di dunia.

Unhas Medical Museum dirancang secara hibrida untuk memenuhi kebutuhan edukasi dan wisata sejarah.

​”Kami menggabungkan sejarah fakultas, koleksi anatomi, hingga perkembangan kedokteran umum. Ini akan menjadi sumber edukasi yang luar biasa bagi mahasiswa dan masyarakat umum,” jelas Prof. Haerani.

​Di dalam museum, pengunjung dapat menyaksikan berbagai milestone penting, seperti:

​Transisi besar perpindahan kampus dari Baraya ke Tamalanrea. Evolusi sistem pendidikan spesialis.

​Langkah awal menuju internasionalisasi dan kemandirian. Sejarah pendirian Rumah Sakit Pendidikan Unhas.

​Acara peresmian diakhiri dengan penandatanganan prasasti oleh Rektor Unhas, dilanjutkan dengan kunjungan perdana oleh jajaran Majelis Wali Amanat dan Senat Akademik.

​Hadirnya Unhas Medical Museum Fakultas Kedokteran, menjadi pengingat bahwa di balik kecanggihan teknologi medis Unhas hari ini, ada fondasi kuat yang dibangun dengan keringat dan dedikasi 70 tahun silam. (*)

Comment