Mengenal Trauma: Mengapa Tubuh Bereaksi pada Luka yang Tak Terlihat?

Ilustrasi. Trauma tak selalu lahir dari peristiwa besar, terkadang tubuh bereaksi lebih dulu sebelum pikiran menyadarinya. (Sumber: RRI/Freepik)

ads
ads

JAKARTA, MENITNEWS.COM – Tidak semua luka meninggalkan bekas fisik, dan tidak semua trauma lahir dari peristiwa besar yang mengancam nyawa. Banyak dari kita sering merasakan reaksi emosional berlebihan secara tiba-tiba tanpa memahami akar masalahnya.

Psikiater Jiemi Ardian menjelaskan bahwa trauma psikologis sering kali bukan tentang apa yang sedang terjadi saat ini, melainkan “gema” dari pengalaman masa lalu yang belum tuntas.

Apa Itu Trauma?

Dalam bincang-bincang di kanal YouTube Raditya Dika (26/01/2026), Jiemi memaparkan bahwa trauma adalah reaksi tubuh terhadap memori masa lalu.

“Trauma itu terjadi akibat suatu peristiwa yang sudah lewat. Ketika diingat atau dipicu, tubuh akan bereaksi seolah kejadian itu sedang terulang,” ujarnya.

Mengenali Respons Tubuh

Ketika trauma tersentuh oleh situasi tertentu—meskipun situasi tersebut sebenarnya netral—tubuh manusia biasanya akan menunjukkan salah satu dari tiga reaksi utama:

  • Fight (Menyerang): Keinginan untuk melawan atau meledak secara emosional.

  • Flight (Menghindar): Dorongan untuk menjauh dari situasi atau orang tertentu.

  • Freeze (Membeku): Kondisi di mana seseorang merasa lumpuh dan tidak mampu merespons sama sekali.

Tidak Selalu Peristiwa Besar

Penting untuk dipahami bahwa trauma tidak selalu berskala besar. Ada yang disebut dengan “trauma kecil” yang muncul dari:

  1. Pengalaman ditinggalkan atau kehilangan.

  2. Perasaan tidak aman yang terjadi secara berulang.

  3. Luka pengabaian di masa kecil.

Berat atau ringannya trauma tidak diukur dari seberapa buruk peristiwanya, melainkan dari seberapa kuat reaksi yang ditimbulkan pada individu tersebut.

Kapan Harus Mencari Bantuan Profesional?

Jiemi menegaskan bahwa tidak semua trauma memerlukan penanganan psikiater.

  • Pemulihan Mandiri: Sebagian besar orang memiliki kemampuan alami untuk pulih.

  • Bantuan Profesional: Perlu dipertimbangkan jika upaya menenangkan diri secara mandiri selalu gagal dan mengganggu fungsi hidup sehari-hari.


Langkah awal pemulihan adalah kesadaran. Dengan memahami perbedaan antara ancaman nyata dan reaksi masa lalu, kita dapat melihat trauma bukan sebagai label yang menakutkan, melainkan sebagai sinyal tubuh yang perlu didengarkan secara manusiawi. (*)

Comment