MENITNEWS.COM, MAKASSAR — Mengawali tahun 2026 dengan semangat produktivitas, Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan, menggelar Apel Pagi rutin pada Senin, 26 Januari 2026.
Apel pagi ini bukan sekadar rutinitas, melainkan momentum krusial untuk memperkuat sinergi dalam pengelolaan data kependudukan di wilayah Sulawesi Selatan.
Dalam amanatnya, Tim Kerja Pengendalian Penduduk menekankan bahwa, Rumah Data Kependudukan (RDK) merupakan fondasi utama dalam merumuskan kebijakan yang akurat dan tepat sasaran.
Tanpa data yang valid, program pembangunan keluarga dan pengendalian penduduk tidak akan mencapai efektivitas maksimal.
Capaian Signifikan: 2.781 Rumah Data Terbentuk
Hingga akhir Desember 2025 lalu, Provinsi Sulawesi Selatan mencatatkan progres yang membanggakan.
Sebanyak 2.781 Rumah Data Kependudukan telah resmi terbentuk dan tersebar di berbagai wilayah.
Fungsi utama dari ribuan Rumah Data ini adalah:
Pusat Informasi Kemendukbangga/BKKBN: Menjadi basis data pembangunan keluarga di tingkat mikro.
Intervensi Program Kemendukbangga/BKKBN: Memudahkan pemerintah dalam memetakan kebutuhan masyarakat secara spesifik.
Edukasi Warga: Menjadi wadah literasi data bagi masyarakat setempat.
Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK)
Selain penguatan data, fokus utama di tahun ini adalah implementasi Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK).
Saat ini, sebanyak 18 Kabupaten/Kota di Sulawesi Selatan telah berhasil menyusun dokumen PJPK tersebut.
PJPK ini berfungsi sebagai pedoman strategis agar setiap program yang dijalankan lebih terarah, terukur, dan efektif dalam menjawab tantangan kependudukan di masa depan.
”Data yang akurat adalah kompas bagi kita. Dengan Rumah Data dan PJPK yang kuat, kita memastikan setiap langkah pembangunan di Sulawesi Selatan berpijak pada realitas yang ada,” jelas Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Sulsel, Shodiqin, SH., MM.
Kegiatan yang berlangsung di Halaman Kantor Kemendukbangga/BKKBN Sulsel ini, ditutup dengan jargon khas yang membangkitkan semangat para pegawai: “Berencana itu Keren!” (*)
Comment