Respons Kilat LONTARA+ Dinkes Makassar: Fogging Massal Tekan Penyebaran DBD di Pemukiman Warga

ads
ads

MENITNEWS.COM, MAKASSAR — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Makassar, kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan kesehatan prima bagi masyarakat.

Melalui program unggulan LONTARA+, tim fogging diterjunkan langsung ke lapangan guna memutus mata rantai penyebaran nyamuk Aedes aegypti penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD), baru-baru ini.

​Langkah cepat ini diambil menyusul adanya laporan masyarakat mengenai seorang pasien yang terdiagnosis DBD dan saat ini tengah menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Komitmen Pelayanan Melalui LONTARA+

​Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, dr. Nur Saidah Sirajuddin, M.Kes, menegaskan bahwa setiap aduan masyarakat yang masuk melalui kanal LONTARA+ akan segera ditindaklanjuti secara terarah dan profesional.

​”Kami memastikan layanan kesehatan tersampaikan dengan baik. Upaya fogging ini adalah wujud nyata komitmen kami untuk mewujudkan layanan terbaik bagi seluruh warga Kota Makassar,” ujar dr. Nur Saidah dalam keterangan resminya, Senin (26/1/2026).

​Berdasarkan pantauan, petugas Dinkes Makassar dengan atribut lengkap melakukan pengasapan (fogging) di area sekitar rumah pasien dan pemukiman warga sekitarnya.

Fokus utama Dinkes Makassar adalah menyisir area yang berpotensi menjadi sarang nyamuk, seperti taman rumah, saluran air, dan area rindang.

​Selain fogging, pihak Dinkes juga mengimbau warga untuk tetap menjalankan aksi 3M Plus: Menguras tempat penampungan air, ​Menutup rapat tangki atau wadah air, dan Mendaur ulang barang bekas yang dapat menampung air hujan.

​Pihak Puskesmas Pattingalloang turut bersinergi dalam kegiatan ini, memastikan pemantauan kesehatan lingkungan di wilayah tersebut tetap terjaga.

​Dinas Kesehatan Kota Makassar juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada warga yang aktif melaporkan kondisi kesehatan di lingkungannya.

“Terima kasih telah membantu kami menangani kesehatan masyarakat. Kerja sama dengan Dinkes Makassar ini sangat penting untuk menjaga Makassar tetap sehat,” tutup Nur Saidah. (*)

Comment