MENITNEWS.COM, GOWA — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa mengambil langkah besar dalam merevolusi kualitas layanan publik di sektor kesehatan. Langkah ini dikukuhkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara RSUD Syekh Yusuf Kabupaten Gowa dengan PT Bank Syariah Indonesia Persero Tbk (BSI) terkait Pemanfaatan Fasilitas Jasa dan Layanan Perbankan Syariah.
Prosesi penandatanganan yang berlangsung di Rumah Jabatan Bupati Gowa, Senin (26/1/2026), menjadi sinyal kuat transformasi manajemen rumah sakit menuju era digital dan pelayanan prima.
Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, menegaskan bahwa kerja sama ini bukan sekadar seremoni di atas kertas.
Ia menginstruksikan agar kolaborasi ini segera diterjemahkan ke dalam aksi nyata yang dapat dirasakan langsung oleh pasien.
”Semoga tidak hanya berhenti pada penandatanganan, tetapi segera diimplementasikan untuk mendukung peningkatan layanan RSUD Syekh Yusuf kepada masyarakat,” tegas Bupati Talenrang.
Transformasi Digital dan Service Excellence
Regional CEO BSI Region 10 Makassar, Sukma Dwie Priardi, mengungkapkan bahwa BSI memposisikan diri sebagai mitra strategis, bukan sekadar penyedia jasa perbankan. BSI berkomitmen mendampingi RSUD Syekh Yusuf dalam tiga pilar utama:
Digitalisasi Sistem RSUD Syekh Yusuf: Pengembangan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIM RS) untuk alur kerja yang lebih efisien.

Kekuatan Finansial: Penguatan manajemen keuangan dan sistem aplikasi perbankan syariah yang transparan di RSUD Syekh Yusuf Gowa.
Peningkatan Kapasitas SDM: Pelatihan service excellent bagi tenaga medis dan staf untuk memberikan layanan yang lebih humanis.
”Kesehatan adalah sektor vital karena menyangkut keselamatan dan nyawa masyarakat. Kami hadir untuk memastikan ekosistem health care di Gowa memiliki dukungan finansial dan teknologi yang mumpuni,” jelas Sukma.
Tak hanya fokus pada operasional rumah sakit, kolaborasi ini juga menyentuh aspek sosial melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Fokus utama bantuan mencakup penanganan Stunting di wilayah Gowa, operasi bibir sumbing gratis, bantuan pembiayaan pengobatan bagi masyarakat kurang mampu, dan pemberdayaan UMKM melalui visi “Gowa Bersama”.
Dukungan Untuk Status BLUD
Plh Direktur RSUD Syekh Yusuf, dr. Gaffar, menambahkan bahwa sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), rumah sakit memerlukan fleksibilitas dan dukungan manajemen yang kuat.
”Kerja sama ini mencakup backup pembiayaan dan capacity building SDM. Kami ingin memastikan manajemen internal kami semakin kokoh sehingga pelayanan ke masyarakat semakin optimal,” tuturnya.
Acara ini turut dihadiri oleh jajaran petinggi BSI Regional 10 Makassar, termasuk Deputy Funding Tengku Candra Kusnadi dan Area Manager Wisudoto Patria Masiprahma, serta jajaran manajemen RSUD Syekh Yusuf. (*)
Comment