PSG Resmi ‘Bajak’ Dro Fernandez, Joan Laporta Kecam Pengkhianatan Kesepakatan Lisan

(Sumber: Goal/Getty Images Sport)

ads
ads

PARIS, MENITNEWS.COM – Hubungan antara Paris Saint-Germain (PSG) dan Barcelona kembali mencapai titik didih. Raksasa Prancis tersebut resmi mengonfirmasi perekrutan talenta muda paling bersinar milik Barca, Dro Fernandez, lewat transfer kontroversial senilai €8,2 juta.

Langkah ini memicu gelombang kemarahan di Catalonia. Presiden Barcelona, Joan Laporta, menyebut kepindahan ini sebagai kejutan yang “tidak menyenangkan” dan mengecam pihak pemain yang dianggap melanggar komitmen moral dengan klub.

Detail Kontrak dan Ambisi Baru

PSG mengumumkan secara resmi pada Senin (26/1) bahwa Fernandez telah merampungkan tes medis dan menandatangani kontrak jangka panjang hingga 2030. Gelandang berbakat ini akan mengenakan nomor punggung 27 di bawah asuhan Luis Enrique.

“Saya sangat bangga bergabung dengan PSG. Ini adalah klub besar yang saya ikuti sejak kecil, tempat para legenda membuat sejarah,” ujar Fernandez dalam wawancara perdana dengan media klub. “Saya sangat termotivasi untuk memberikan segalanya bagi seragam ini.”

Kekecewaan Mendalam Joan Laporta

Bagi Barcelona, kehilangan Fernandez bukan sekadar soal uang, melainkan soal harga diri. Laporta mengungkapkan bahwa klub sebenarnya telah menyiapkan rencana jangka panjang untuk sang gelandang di Camp Nou.

“Ini adalah situasi yang tidak menyenangkan. Kami sangat terkejut karena sebelumnya sudah menyepakati solusi baru dengan Dro saat ia menginjak usia 18 tahun,” kata Laporta kepada Catalunya Radio. “Anehnya, agennya tiba-tiba memberi tahu bahwa mereka tidak bisa memenuhi apa yang sudah disepakati.”

Kehilangan Besar dalam Proyek Hansi Flick

Rasa sakit hati Barcelona diperparah oleh performa impresif Fernandez selama enam bulan terakhir. Ia baru saja dipromosikan ke tim utama dan diproyeksikan menjadi pilar masa depan klub.

Sejak debutnya di LaLiga pada September lalu melawan Real Sociedad, karier Fernandez melonjak tajam. Ia bahkan mencatatkan assist saat debut di Liga Champions dalam kemenangan 6-1 atas Olympiakos. Total, ia telah mengantongi lima penampilan senior bagi Blaugrana.

Pelatih Barca, Hansi Flick, sebelumnya sempat memberikan sinyal terkait situasi ini minggu lalu. “Tugas kami adalah memberikan kepercayaan agar pemain tumbuh. Jika dia memutuskan pindah, kami akan menanganinya,” ujar Flick saat itu.

Pola Rekrutmen PSG yang Menyakitkan

Transfer ini mengulang sejarah kelam bagi fans Barca. PSG memiliki rekam jejak panjang dalam mengincar permata dari akademi La Masia, mulai dari kasus Xavi Simons pada 2019 hingga transfer monumental Neymar yang mengubah peta sepak bola dunia.

Bagi PSG, mengucurkan €8,2 juta untuk pemain dengan jam terbang senior yang minim adalah bukti keberanian mereka dalam memburu talenta muda elite (high-end youth). Sebaliknya, bagi Barcelona, dana tersebut dianggap tidak sebanding dengan hilangnya pemain lokal yang sudah mampu menembus skuat utama.

Evaluasi Internal di Camp Nou

Kini, saat Fernandez bersiap memulai debutnya di Ligue 1, manajemen Barcelona harus menghadapi kenyataan pahit. Penyelidikan internal kini dilakukan untuk mencari tahu mengapa “kesepakatan lisan” tersebut bisa runtuh, membuat mereka tidak berdaya mencegah bintang mudanya berjalan keluar pintu menuju rival berat mereka. (*)

Comment