JAKARTA, MENITNEWS.COM – Selama ini, gaya hidup dan faktor keturunan dianggap sebagai pemicu utama diabetes. Namun, penelitian terbaru mengungkapkan fakta mengejutkan: jenis golongan darah Anda ternyata turut berperan dalam menentukan risiko diabetes tipe 2.
Studi besar yang dipublikasikan dalam jurnal Diabetologia menemukan bahwa individu dengan golongan darah A, B, dan AB (Non-O) memiliki kerentanan yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang bergolongan darah O.
Golongan Darah B Paling Berisiko
Penelitian yang melibatkan sekitar 80.000 wanita ini mencatat bahwa perbedaan risiko antar golongan darah cukup signifikan. Dibandingkan dengan golongan darah O, berikut adalah rinciannya:
-
Golongan Darah B: Memiliki risiko tertinggi, yakni 21 persen lebih besar.
-
Golongan Darah A: Memiliki kemungkinan 10 persen lebih besar.
-
Golongan Darah B Positif: Menunjukkan peningkatan risiko paling tajam jika dibandingkan secara spesifik dengan golongan darah O Negatif.
Mengapa Golongan Darah Berpengaruh?
Para peneliti dari Asosiasi Eropa untuk Studi Diabetes (EASD) menjelaskan bahwa hubungan ini belum sepenuhnya dipahami secara absolut. Namun, ada beberapa indikator biologis yang diduga menjadi penyebabnya:
-
Protein Darah: Pemilik golongan darah Non-O cenderung memiliki kadar protein yang disebut faktor non-Willebrand lebih tinggi. Protein ini sering dikaitkan dengan peningkatan kadar gula darah.
-
Molekul Pendukung: Ada berbagai molekul dalam darah Non-O yang diketahui memicu perkembangan diabetes tipe 2 melalui mekanisme peradangan atau resistensi insulin.
Apa Itu Diabetes Tipe 2?
Sebagai informasi, diabetes tipe 2 adalah kondisi kronis yang memengaruhi cara tubuh mengolah gula darah (glukosa). Jika tidak ditangani, kadar gula yang tinggi dapat merusak pembuluh darah dan organ vital, yang berujung pada komplikasi serius seperti penyakit jantung atau gagal ginjal.
Tetap Jaga Gaya Hidup
Meski golongan darah bersifat genetik dan tidak bisa diubah, para ahli menekankan bahwa hasil studi ini bukan berarti pemilik golongan darah O sepenuhnya aman.
“Risiko ini adalah salah satu faktor. Hal yang paling krusial tetaplah menjaga pola makan seimbang, rutin berolahraga, dan melakukan pengecekan gula darah secara berkala,” tulis laporan tersebut sebagaimana dikutip dari Times of India. (*)
Comment