MAKASSAR, MENITNEWS.COM – Hidangan Sate Madura kian mengukuhkan posisinya sebagai salah satu kuliner favorit lintas budaya di Kota Makassar. Meski berasal dari Jawa Timur, sate daging sapi khas Madura kini telah menyatu dengan selera lokal masyarakat Sulawesi Selatan.
Daya tarik kuliner ini menjadi salah satu kuliner yang tim menitnews.com kunjungi. Daeng Ngewa, salah satu tim menitnews, memamerkan pengalamannya menikmati hidangan ini sebagai pilihan menu tengah malam yang memuaskan.
Destinasi Sate “Legenda” di Makassar
Dalam ulasannya, Daeng Ngewa menekankan bahwa sate Madura bukan lagi sekadar makanan pendatang di Makassar. Hidangan ini telah bertransformasi menjadi santapan harian yang digemari berbagai lapisan masyarakat.
Ia menyebutkan setidaknya ada tiga titik “legenda” sate Madura yang wajib dikunjungi di Kota Makassar, dua di antaranya adalah:
-
Kawasan Jalan Gunung Merapi
-
Kawasan Jalan Labuang Baji
Rahasia di Balik Seporsi Sate Madura
“Potongan dagingnya besar dan tebal, cara membakarnya juga sangat baik,” ujar Daeng Ngewa saat menikmati 15 tusuk sate tanpa tambahan nasi maupun lontong.
Menurutnya, faktor utama yang membuat gerai sate di Labuang Baji ini unggul adalah tekstur daging yang tetap lembut meskipun dipotong dalam ukuran besar. Selain itu, siraman bumbu kacang yang kental dengan cita rasa autentik menjadi kunci yang membuat hidangan ini sulit ditolak, terutama saat rasa lapar melanda di waktu larut malam.
Simbol Akulturasi Kuliner
Popularitas Sate Madura di Makassar menjadi bukti nyata bahwa keberagaman kuliner Indonesia mampu menyatukan selera masyarakat tanpa memandang latar belakang daerah. Bagi para penikmat kuliner di “Kota Daeng”, kualitas bahan baku dan keaslian bumbu tetap menjadi penentu utama dalam memilih gerai sate terbaik.
Keberadaan gerai-gerai sate legendaris ini tidak hanya memuaskan dahaga kuliner, tetapi juga memperkaya khazanah makanan di Makassar yang selama ini dikenal kuat dengan tradisi Coto dan Konro-nya. (*)
Comment