Mengenal Kapurung, Kuliner Sagu Khas Palopo yang Kian Populer dan Menyehatkan

Kapurung

ads
ads

MAKASSAR, MENITNEWS.COM – Indonesia kembali menunjukkan kekayaan kulinernya melalui hidangan tradisional yang kini semakin diminati masyarakat luas. Salah satunya adalah Kapurung, makanan khas asal Palopo, Sulawesi Selatan, yang berbahan dasar sagu. Tidak hanya unik secara visual, Kapurung juga dinilai sebagai pilihan hidangan yang sehat dan menyegarkan.

Dalam sebuah kunjungan awak media di warung Kapurung, Daeng Ngewa membagikan pengalamannya mencicipi kuliner autentik ini. Ia menjelaskan bahwa inti dari kelezatan Kapurung terletak pada tekstur sagu yang diolah sedemikian rupa.

Sensasi Tekstur dan Perpaduan Rasa

Menurut Daeng Ngewa, sagu dalam Kapurung diproses menjadi bola-bola kecil yang memberikan sensasi kenyal saat disantap. Keunikan tekstur ini menjadi semakin sempurna ketika dipadukan dengan kuah berbumbu dan protein laut.

“Saat masuk ke mulut, teksturnya terasa sangat kenyal. Ia paling nikmat dimakan bersama ikan, terutama yang dimasak dengan teknik khusus seperti ikan apomutu atau ikan parede,” ujar Daeng Ngewa.

Selain ikan, Kapurung umumnya diperkaya dengan udang dan berbagai macam sayuran hijau segar, menciptakan keseimbangan nutrisi dalam satu porsi hidangan.

Teknik Menikmati Kapurung

Namun, ada hal penting yang perlu diperhatikan bagi mereka yang ingin merasakan kualitas terbaik dari hidangan ini. Bang Romy mengingatkan adanya “batas waktu” dalam menyantap Kapurung agar teksturnya tetap terjaga.

“Paling enak dinikmati selagi panas. Jangan biarkan lebih dari setengah jam karena sagu tersebut akan mulai mengeras dan kehilangan tekstur kenyalnya,” tambahnya.

Simbol Kekayaan Nusantara

Kini, Kapurung bukan lagi makanan yang sulit dicari. Hidangan ini telah tersebar luas di berbagai daerah di Sulawesi Selatan, termasuk pusat kuliner di Kota Makassar.

Bagi para penikmat kuliner tradisional, Kapurung bukan sekadar pengganjal perut. Ia merupakan simbol kekayaan hasil bumi nusantara yang membawa pesan penting bagi generasi muda untuk terus mencintai dan melestarikan warisan kuliner lokal. (*)

Comment