MENITNEWS.COM, MAKASSAR — Persoalan klasik perkotaan seperti genangan banjir dan infrastruktur jalan yang memprihatinkan, jadi sorotan utama Legislator DPRD Makassar.
Hal ini menjadi tensi utama dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kecamatan Panakkukang, yang digelar pada Senin (26/1/2026).
Hadir langsung untuk menjemput aspirasi warga, tiga Anggota DPRD Kota Makassar dari Daerah Pemilihan (Dapil) IV (Kecamatan Manggala–Panakkukang), yang menegaskan komitmen mereka untuk mengawal usulan masyarakat agar tidak sekadar menjadi catatan di atas kertas.
Ketiga legislator yang hadir dalam forum strategis tersebut adalah drg. Eshin Usami Nur Rahman (Fraksi Golkar), Hartono (Fraksi PKS), dan Hj. Umiyati, S.Kom (Fraksi PPP).
Kehadiran Lintas Fraksi DPRD Makassar ini, menunjukkan keseriusan Dewan dalam memastikan program pembangunan tahun 2026 menyentuh kebutuhan mendasar warga Kecamatan Panakkukang, terutama pada sektor lingkungan dan aksesibilitas.
Fokus Utama: Drainase dan Infrastruktur
Dalam diskusi yang berlangsung hangat, perbaikan drainase menjadi poin yang paling banyak disoroti ketiga Legislator DPRD Makassar.
Mengingat intensitas hujan yang kerap memicu genangan di beberapa titik di Kecamatan Panakkukang, Anggota DPRD Makassar menyatakan bahwa, perbaikan sistem pembuangan air dianggap sebagai harga mati.
”Kami hadir untuk memastikan suara warga Panakkukang masuk dalam skala prioritas. Masalah jalan rusak dan drainase bukan hanya soal kenyamanan, tapi soal kualitas hidup masyarakat,” ujar Legislator Fraksi PPP DPRD Makassar, Hj. Umiyati.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Staf Ahli Bidang Perekonomian, Pembangunan, dan Sosial Pemkot Makassar, Drs. H. Irwan Rusfiady Adnan, M.Si, yang hadir mewakili Wali Kota Makassar.
Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya Musrenbang sebagai wadah partisipatif untuk menyusun rencana pembangunan yang akurat dan tepat sasaran.
Dengan pengawalan ketat dari para Anggota DPRD Makassar, diharapkan hasil Musrenbang Panakkukang tahun ini dapat segera terealisasi melalui APBD murni, sehingga masalah menahun seperti banjir dapat segera teratasi. (*)
Comment