MENITNEWS.COM. PANGKEP — DPRD Pangkep geram. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), kembali diguncang isu miring.
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tumampua, Kecamatan Pangkajene, kini berada di bawah sorotan tajam setelah ditemukan benda asing berbahaya—diduga potongan mata klip—di dalam makanan siswa.
Insiden ini menjadi “rapor merah” kesekian kalinya bagi SPPG Tumampua. Tak main-main, DPRD Kabupaten Pangkep langsung mengambil langkah tegas dengan merencanakan pemanggilan resmi terhadap pihak pengelola.
DPRD Pangkep: “Ini Bukan yang Pertama”
Ketua Komisi II DPRD Pangkep, Lutfi Hanafi, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam melihat keselamatan konsumsi siswa terancam.
Rapat Dengar Pendapat (RDP) dijadwalkan akan digelar pada awal Februari 2026 mendatang.
“Dalam waktu dekat akan kita panggil pihak-pihak terkait untuk RDP. SPPG ini sudah berulang kali mengalami insiden, jadi evaluasi total sangat diperlukan,” tegas Lutfi, Jumat (30/1/2026).
Selain pihak pengelola SPPG, DPRD Pangkep juga akan memanggil Badan Gizi Nasional (BGN) wilayah untuk mempertanggungjawabkan pengawasan distribusi gizi di Pangkep.
Dinkes Telusuri Asal Mata Klip: Diduga dari Pemasok Tahu
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Pangkep, dr. Muhammad Ishak, mengungkapkan bahwa investigasi lapangan tengah berjalan. Pihaknya menindaklanjuti temuan DPRD Pangkep.
Hasil penelusuran awal menunjukkan bahwa potongan logam tersebut ditemukan pada menu tahu goreng.
“Pihak dapur mengklaim tidak menggunakan alat hekter di lokasi. Ada dugaan kuat benda tersebut berasal dari bahan olahan tahu dari pemasok luar,” jelas dr. Ishak saat melakukan koordinasi di Kantor BGN.
Meskipun demikian, Satgas pengawasan tetap melakukan pendalaman untuk memastikan tidak ada kelalaian prosedur di area dapur SPPG.
Rapor Merah SPPG Tumampua
Polemik mata klip ini menambah daftar panjang masalah yang terjadi di SPPG yang berlokasi di samping Masjid Agung Pangkep tersebut.
Pihak Dinas Kesehatan menegaskan bahwa penelusuran ini krusial demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap program MBG yang seharusnya menjadi penopang kesehatan generasi muda di Pangkep.
Masyarakat kini menunggu langkah konkret dari DPRD Pangkep dan BGN, agar insiden serupa tidak membahayakan nyawa para siswa di masa depan. (*)
Comment