MILAN, MENITNEWS.COM – Bursa transfer musim panas mendatang diprediksi akan menjadi panggung kembalinya Christian Pulisic ke Liga Inggris. Penyerang sayap andalan AC Milan tersebut kini tengah masuk dalam radar pantauan tiga raksasa Premier League: Manchester United, Arsenal, dan Tottenham Hotspur.
Laporan dari media Italia, Calciomercato, menyebutkan bahwa manajemen I Rossoneri berencana melakukan perombakan skuad besar-besaran untuk musim depan. Meski tampil impresif, nama Pulisic masuk dalam daftar pemain yang siap dilepas jika ada tawaran yang menyentuh angka 55 juta euro (sekitar Rp1,1 triliun).
Manchester United: Kepingan Puzzle Michael Carrick
Di bawah arahan pelatih interim Michael Carrick, Manchester United menunjukkan tren positif. Namun, ambisi The Red Devils belum surut meski telah menghabiskan lebih dari Rp2,5 triliun untuk mendatangkan Bryan Mbuemo dan Matheus Cunha.
Dalam skema 4-2-3-1 yang diusung Carrick, Pulisic dinilai sebagai profil ideal untuk mengisi sektor kanan penyerangan. Kehadirannya diproyeksikan akan membentuk trio lini depan mematikan bersama Cunha dan Mbuemo guna mengembalikan kejayaan Setan Merah di papan atas.
Arsenal: Persaingan Ketat di London Utara
Berstatus sebagai pemuncak klasemen sementara Liga Inggris, Arsenal sebenarnya memiliki kedalaman skuad yang mewah. Kehadiran Viktor Gyokeres, Gabriel Jesus, dan Kai Havertz membuat lini serang The Gunners sangat produktif.
Belum lagi keberadaan Eberichi Eze serta sederet sayap lincah seperti Gabriel Martinelli, Nuno Madueke, dan Leandro Trossard. Jika Arsenal serius memburu Pulisic, Mikel Arteta harus memutar otak untuk menentukan posisi utama pemain asal Amerika Serikat tersebut agar tidak menumpuk di bangku cadangan.
Tottenham Hotspur: Upaya Keluar dari Krisis
Kondisi berbeda dialami Tottenham Hotspur. Tim asuhan Thomas Frank ini tengah berada dalam periode kelam setelah terdampar di posisi ke-15 klasemen. Sejak memasuki tahun 2026, The Lilywhites belum sekalipun mencicipi kemenangan—rekor buruk yang bertahan sejak kemenangan 1-0 atas Crystal Palace pada Desember 2025.
Statistik menunjukkan Tottenham adalah tim dengan opsi penyerangan paling minim di antara rival-rivalnya. Nama-nama seperti Dominic Solanke, Xavi Simons, hingga Randal Kolo Muani dianggap belum cukup untuk mengangkat performa tim. Pulisic, dengan mentalitas juara dan pengalamannya, dianggap sebagai solusi instan untuk menyelamatkan proyek Thomas Frank musim depan.
Statistik Berbicara: Mengapa Pulisic Begitu Menggoda?
Keputusan klub-klub Inggris untuk memulangkan Pulisic didasari oleh performanya yang kembali menanjak di Italia. Sejak didatangkan dari Chelsea pada musim 2022-2023, Pulisic telah bertransformasi menjadi tulang punggung AC Milan.
-
Performa Musim Ini: 10 Gol dari 20 pertandingan.
-
Total di AC Milan: 42 Gol dan 25 Asis dari 120 laga.
-
Rekam Jejak di Inggris: 145 penampilan bersama Chelsea (26 gol, 21 asis).
Dengan usia yang menginjak 27 tahun, Pulisic berada di masa keemasannya. Pengalaman panjang di Premier League membuat risiko adaptasi menjadi sangat minim, sebuah nilai plus yang membuat harga Rp1,1 triliun terasa masuk akal bagi para peminatnya. (*)
Comment