Bupati Takalar Tegaskan Komitmen Dukung Program Prioritas Presiden Prabowo

ads
ads

MAKASSAR, MENITNEWS.COM – Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Sulawesi Selatan di Kantor Gubernur Sulsel, Senin (09/02/2026). Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto mengenai percepatan program strategis nasional.

Dipimpin langsung oleh Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, rakor ini juga dihadiri oleh Wakil Bupati Takalar Hengky Yasin dan Sekda Takalar Muhammad Hasbi.

Fokus Program Prioritas Nasional

Gubernur Andi Sudirman menekankan beberapa poin utama yang menjadi perhatian serius Presiden Prabowo untuk segera diimplementasikan di daerah:

  • Makan Bergizi Gratis (MBG): Penguatan dan perluasan pelaksanaan di sekolah-sekolah.

  • Hilirisasi Industri: Mendorong nilai tambah komoditas lokal.

  • Gerakan Indonesia ASRI: Aksi kebersihan rutin (Aman, Sehat, Resik, Indah) setiap Jumat pukul 06.00–09.00 WITA.

  • Stabilitas & Integritas: Pemberantasan korupsi dan penguatan stabilitas nasional.

“Kami meminta seluruh elemen untuk menggalakkan Gerakan Indonesia ASRI mulai dari lingkungan kerja masing-masing,” ujar Andi Sudirman.

Kesiapan Kabupaten Takalar

Menanggapi arahan tersebut, Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye menyatakan kesiapan penuh untuk menyelaraskan kebijakan daerah dengan pusat.

“Kami di Kabupaten Takalar siap menjalankan program Bapak Presiden agar pembangunan berjalan searah dan optimal. Sinergi pusat, provinsi, dan daerah adalah kunci agar manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” tegas Daeng Manye.

Menurut beliau, program seperti Makan Bergizi Gratis dan Indonesia ASRI bukan sekadar agenda rutin, melainkan investasi jangka panjang untuk kualitas sumber daya manusia dan lingkungan yang berkelanjutan di Takalar.

Langkah Selanjutnya

Sebagai tindak lanjut, Pemkab Takalar akan segera melakukan koordinasi lintas perangkat daerah guna memastikan program-program tersebut berjalan efektif, terukur, dan berdampak nyata bagi warga. (*)

Comment