JAKARTA, MENITNEWS.COM – Sebuah terobosan dalam dunia medis baru saja dipublikasikan dalam jurnal Current Pharmaceutical Analysis. Tim peneliti berhasil mengidentifikasi senyawa alami dalam lidah buaya yang berpotensi menjadi kunci pengobatan penyakit Alzheimer di masa depan.
Senyawa Beta-Sitosterol: “Senjata” Tersembunyi
Menggunakan teknologi simulasi komputer canggih, tim yang dipimpin oleh Meriem Khedraoui menemukan bahwa beta-sitosterol—sebuah senyawa phytosterol dalam lidah buaya—memiliki kemampuan luar biasa untuk berinteraksi dengan enzim-enzim di otak manusia.
Fokus utama penelitian ini adalah pada dua enzim kunci:
-
Asetilkolinesterase (AChE)
-
Butirilkolinesterase (BChE)
Kedua enzim ini bertanggung jawab memecah asetilkolin, yaitu neurotransmiter yang sangat penting bagi komunikasi sel otak. Pada pasien Alzheimer, kadar asetilkolin menurun drastis, yang menyebabkan hilangnya ingatan dan fungsi kognitif.
Hasil Simulasi yang Mengejutkan
Alih-alih menggunakan eksperimen laboratorium tradisional yang memakan waktu lama, peneliti menggunakan pendekatan “In Silico” atau simulasi digital. Hasilnya menunjukkan tingkat afinitas (daya ikat) yang sangat kuat:
-
AChE: -8,6 kkal/mol
-
BChE: -8,7 kkal/mol
Angka ini secara signifikan lebih tinggi dibandingkan senyawa lain yang diuji. “Temuan kami menunjukkan stabilitas yang luar biasa. Ini menjadikannya kandidat kuat sebagai penghambat ganda untuk membantu mengelola gejala Alzheimer,” jelas Khedraoui dalam laporannya.
Aman Bagi Tubuh
Selain kemampuannya menghambat enzim berbahaya, penelitian ini juga melakukan analisis ADMET (Absorpsi, Distribusi, Metabolisme, Ekskresi, dan Toksisitas). Hasil prediksinya menunjukkan profil yang sangat positif:
-
Mudah Diserap: Tubuh dapat menyerap senyawa ini dengan baik.
-
Non-Toksik: Tidak ditemukan indikasi keracunan pada dosis terapeutik.
Samir Chtita, salah satu penulis studi tersebut, menegaskan bahwa analisis komprehensif ini memperkuat posisi lidah buaya sebagai agen terapeutik yang aman bagi manusia.
Masa Depan Terapi Berbasis Tumbuhan
Meski demikian, para peneliti memberikan catatan penting bahwa temuan ini masih di tahap awal. Langkah berikutnya yang krusial adalah:
-
Uji Laboratorium (In Vitro & In Vivo)
-
Uji Klinis pada Manusia
Penelitian ini telah meletakkan fondasi penting bagi pengembangan obat Alzheimer yang lebih alami dan minim efek samping. Di tengah pencarian panjang komunitas medis terhadap obat penyakit neurodegeneratif ini, lidah buaya memberikan secercah harapan baru dari alam.
Comment