Waspada Kanker Paru: 7 Faktor Risiko yang Perlu Anda Ketahui

Ilustrasi (Sumber: Popmama/Freepik/stockking)

ads
ads

JAKARTA, MENITNEWS.COM – Kanker paru-paru sering kali dijuluki sebagai “pembunuh senyap” karena gejalanya kerap muncul saat sudah memasuki stadium lanjut. Memahami risikonya sejak dini adalah langkah terbaik untuk melindungi kesehatan Mama dan keluarga.

Berdasarkan data dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), berikut adalah faktor-faktor penyebab kanker paru-paru yang perlu diwaspadai:


1. Paparan Asap Rokok (Aktif & Pasif)

Rokok tetap menjadi penyebab utama, namun risikonya tidak hanya terbatas pada si perokok saja.

  • Perokok Aktif: Bertanggung jawab atas 80–90% kasus global. Zat kimia dalam rokok, cerutu, dan pipa meningkatkan risiko kanker hingga 15–30 kali lipat.

  • Perokok Pasif: Menghirup asap orang lain sama bahayanya. Di Indonesia, paparan asap rokok berkaitan dengan sekitar 1,2 juta kematian per tahun. Pastikan rumah Mama menjadi area bebas asap rokok!

2. Gas Radon: Bahaya Tersembunyi di Rumah

Radon adalah gas radioaktif alami yang tidak berbau, tidak berwarna, dan tidak terlihat.

  • Cara Masuk: Gas ini bisa menyusup ke dalam rumah melalui retakan lantai atau dinding.

  • Dampak: Menjadi penyebab utama kanker paru bagi mereka yang tidak merokok. Sangat disarankan untuk mengecek ventilasi dan struktur bangunan guna meminimalkan penumpukan gas ini.

3. Paparan Bahan Kimia di Tempat Kerja

Lingkungan kerja tertentu dapat menyimpan risiko jika tidak disertai alat pelindung diri (APD) yang memadai. Waspadai paparan zat berikut:

  • Asbes (asbestos)

  • Arsenik dan kromium

  • Asap knalpot mesin diesel (diesel exhaust)

  • Zat-zat ini sering ditemukan di industri pertambangan, pabrik, atau bengkel.

4. Riwayat Genetik dan Keluarga

Faktor keturunan memainkan peran penting dalam kerentanan tubuh terhadap kanker.

  • Jika ada orang tua atau saudara kandung yang menderita kanker paru, risiko Mama meningkat hingga 2 kali lipat.

  • Hal ini berkaitan dengan kemampuan genetik tubuh dalam memperbaiki kerusakan DNA akibat zat berbahaya.

5. Riwayat Terapi Radiasi

Jika Mama pernah menjalani pengobatan radioterapi di area dada (misalnya untuk pengobatan kanker payudara atau limfoma), risiko kanker paru di masa depan cenderung meningkat. Hal ini terjadi karena radiasi dapat memicu perubahan sel pada jaringan paru-paru.

6. Diet dan Konsumsi Suplemen Tertentu

Gaya hidup sehat memang kunci, namun ada catatan khusus mengenai suplemen:

  • Efek Terbalik: Penelitian menunjukkan bahwa perokok yang mengonsumsi suplemen beta-karoten justru memiliki risiko kanker paru yang lebih tinggi.

  • Solusi: Prioritaskan nutrisi dari makanan alami (buah dan sayur) dan konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen tambahan.


💡 Langkah Pencegahan untuk Mama

  1. Berhenti Merokok: Belum terlambat untuk berhenti; paru-paru memiliki kemampuan untuk beregenerasi seiring waktu.

  2. Cek Kondisi Rumah: Pastikan sirkulasi udara baik untuk membuang gas radon atau polutan dalam ruangan.

  3. Gunakan Masker Standar: Jika bekerja atau berada di lingkungan berpolusi tinggi.

  4. Skrining Rutin: Terutama jika Mama memiliki riwayat keluarga atau faktor risiko tinggi lainnya.

Mulai menjaga kesehatan paru-paru hari ini adalah investasi berharga untuk masa depan Mama dan keluarga tercinta! (*)

Comment